Jogja

Libur Akhir Tahun, Dispar DIY Target 1,7 Juta Wisatawan

Yudi Permana | 8 Desember 2025, 17:40 WIB
Libur Akhir Tahun, Dispar DIY Target 1,7 Juta Wisatawan

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata DIY memprediksi 1,7 juta wisatawan akan menghabiskan libur akhir tahun di Yogyakarta.
 
Untuk tahun lalu di moment libur akhir tahun, DIY mampu mendatangkan 1,49 juta wisatawan.
 
"Kita prediksi tahun ini ada di angka antara 1,5 juta hingga 1,7 wisatawan yang akan berlibur di DIY pada momen libur akhir tahun," kata Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati, Senin (08/12/2025).
 
Dispar DIY juga telah berkoordinasi dengan dinas pariwisata di lima kabupaten/kota di DIY terkait persiapan menghadapi libur akhir tahun ini.
 
 
Berdasarkan data dari Dispar DIY, momen libur akhir tahun menjadi puncak-puncak wisatawan datang ke DIY. Bahkan jumlahnya melebihi saat lebaran.
 
Jumlah wisatawan selama Desember 2025 diperkirakan mencapai 4,6 juta. Naik 23% dibanding Desember 2024.
 
Proporsi terbesar wisatawan akan mengunjungi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman, sebesar 37,45%. Termasuk di Desember 2024, 42,84% dari 1,4 juta wisatawan memilih destinasi wisata di Kabupaten Sleman.
 
Posisi kedua di Kota Yogyakarta (32,76%), Kabupaten Bantul (10,90%), Kabupaten Gunungkidul (10,45%) dan Kabupaten Kulon Progo (3,05%).
 
 
Untuk jumlah tamu menginap di hotel baik berbintang maupun non bintang diperkirakan sebesar 920 ribu - 970 ribu orang atau naik 5,63 persen dibanding tahun lalu. Enam objek wisata di DIY menjadi tujuan favorit di setiap libur akhir tahun.
 
"Candi Prambanan Sleman masih jadi yang paling banyak dikunjungi. Disusul Kawasan Pantai Parangtritis-Pantai Depok Bantul, Kawasan Kaliurang-Kaliadem Sleman, Pantai Glagah Kulon Progo serta Gembira Loka Zoo dan Tamansari Kota Yogyakarta," jelasnya.
 
Tak hanya itu, Dispar juga berkoordinasi dengan lintas sektor. Termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena ada peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY.
 
"Sudah kita petakan juga, kawasan yang masuk rawan bencana itu mana saja. Dan sudah kita sampaikan ke dispar setempat. Termasuk pengelola untuk melakukan mitigasi bencana," ungkapnya.
 
 
Sebagai bentuk mitigasi, Dispar DIY menggelar pertemuan dengan lintas sektor guna membahas apa-apa saja yang harus dilakukan. Pertemuan untuk membahas pengamanan. Baik untuk pengelola dan juga wisatawan.
 
"Intinya kita utamakan keselamatan terlebih dahulu. Karena kalau suatu daerah disebut tidak aman, maka yang akan diingat adalah ketidak amannya. Misalnya ada orang tenggelam. Apakah tahun berikutnya akan datang lagi? Pasti tidak. Tapi itu bukan berarti kita takut karena efeknya. Kita lebih mengutamakan ialah keamanan teman-teman yang berwisatawan ke Yogyakarta, begitu," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.