Jogja

Kenal Lebih Dekat dengan Wayang Kulit Gagrak Ngayogyakarta, Warisan yang Penuh Makna

Yudi Permana | 27 Juli 2025, 13:05 WIB
Kenal Lebih Dekat dengan Wayang Kulit Gagrak Ngayogyakarta, Warisan yang Penuh Makna

Akurat.co, Jogja - Wayang kulit jadi salah satu kesenian tradisional Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Wayang kulit sendiri telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 7 November 2003 lalu.

Di tanggal yang sama pula, UNESCO menetapkan sebagai Hari Wayang Nasional.

Di Indonesia, banyak terdapat beberapa jenis wayang. Seperti Wayang Kulit Gaya Surakarta, Gaya Yogyakarta hingga Jawa Timuran.

Baca Juga: Sleman Punya 8 Warisan Budaya Tak Benda, dari Kuliner hingga Mitos Gunung Merapi

Namun, pernahkan mendengar tentang Wayang Kulit Gagrak Ngayogyakarta? Wayang kulit gaya Yogyakarta yang memiliki ciri khas. Dalam bentuk, tatahan dan pewarnaan.

Dan ternyata Wayang Kulit Gagrak Ngayogyakarta menyimpan banyak filosofi. Secara umum, wayang lahir dari akulturasi Hindu, Islam dan tradisi keraton.

Tampilan wayang terus disempurnakan penampilannya hingga seperti yang dilihat saat ini.

Setiap detail dari ukiran hingga alur cerita, wayang kulit memancarkan nilai spiritual, etika dan kehalusan rasa khas Jogja.

Berikut ciri khas dari Wayang Kulit Gagrak Ngayogyakarta :

- Gerak wayang 

Posisi kaki dengan langkahan yang lebar, utamanya pada tokoh jangkahan atau gagahan.

- Tampilan bentuk

Baca Juga: Cobain Ampo, Camilan Tanah Liat Khas Bantul yang Masuk Warisan Budaya Takbenda 

Berbentuk tambun, yaitu tubuhnya lebih pendek dan kekar (gemuk) atau biasa disebut dhepah. Selain itu, wayang gaya Jogja memiliki tangan yang sangat panjang hingga menyentuh kaki.

- Ukiran inten-intenan

Motif seperti permata kecil yang menghiasi uncal kencana, sumping hingga busana wayang.

- Sungging tlancap

Sungging yang tajam berbentuk segitiga terbalik, mirip dengan motif batik tumpal pada motif kain batik.

- Sinten-sinten atau Lemahan

Bagian sinten-sinten atau lemahan yaitu bagian di antara kaki depan dan kaki belakang umumnya diwarnai merah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.