Jogja

Ribuan Layang-Layang Hiasi Langit Parangkusumo, Ada dari Korea, Amerika, hingga Jerman

M. Mubin Wibawa | 28 Juli 2025, 09:05 WIB
Ribuan Layang-Layang Hiasi Langit Parangkusumo, Ada dari Korea, Amerika, hingga Jerman

Akurat.co, Jogja-Ribuan layang-layang menghiasi langit Parangkusumo. Layangan tersebut ada dari mancanegara, seperti Korea, Amerika Serikat (AS), hingga Jerman.

Layang-layang tersebut merupakan bagian dari Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 yang tahun ini sudah memasuki satu dekade.

Mengusung tema ‘Dari Jogja untuk Nusantara’, JIKF digelar pada 26–27 Juli 2025 di Pantai Parangkusumo, Bantul.

Festival internasional ini menghadirkan semarak layang-layang dari enam negara.

Mulai Amerika Serikat, Slovenia, Slovakia, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia dengan total 35 layangan eksibisi.

Baca Juga: Ini Galeri di Jogja yang Simpan 4.000 Karya Geguritan, Puisi Jawa Berisi Pesan Moral hingga Kritik Sosial

Sementara dari dalam negeri, sebanyak 35 klub layang-layang nasional turut serta, membawa sekitar 200 layangan tradisional dan modern.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya event seperti JIKF dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di lima kabupaten/kota di DIY, masing-masing dengan karakter unik.

Melalui festival ini, Pemda DIY berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan, sekaligus memastikan pertumbuhan industri pariwisata tetap berlangsung meskipun dunia tengah mengalami perlambatan ekonomi.

“Terima kasih atas perjuangannya untuk tetap menyelami dari objek-objek wisata alam budaya dan juga minat khusus yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya saat pembukaan JIKF 2025 dikutip dari laman resmi pemerintah provinsi Yogyakarta.

Imam juga menegaskan bahwa Dinas Pariwisata DIY terus berkomitmen mendukung event-event kreatif dan inovatif, dengan harapan dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

"Semoga dengan adanya gelaran event Jogja International Kite Festival 2025 ini tentunya akan menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak lagi untuk kemudian memastikan bahwa industri pariwisata di Yogyakarta terus berkembang dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Ketua Panitia, Anang Saryanto, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa JIKF ke-10 tahun ini mengusung tema "Dari Jogja untuk Nusantara", sebagai wujud semangat Yogyakarta mempersembahkan seni dan budaya layang-layang kepada dunia.

Baca Juga: Pemkot Jogja akan Tambah Warung Pengendali Inflasi di Pasar-pasar Tradisional

“Tahun ini kita mencoba berinovasi untuk demi keamanan dan kenyamanan kita membuat sebuah venue agar dalam pelaksanaan ini bisa terlaksana dengan nyaman,” ujar Anang.

Selain kompetisi layang-layang dari berbagai kategori, JIKF 2025 juga menghadirkan berbagai atraksi unik yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya adalah Lolipop Drop, di mana layangan besar menebar permen bagi anak-anak, serta penebaran udik-udik dari udara, yang menjadi simbol berkah dan kebahagiaan.

Agenda juga disemarakkan oleh pertunjukan layang-layang malam berlampu LED, menyuguhkan warna-warni cahaya yang memukau pengunjung.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.