116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot

Akurat.co,Jogja-Dari data yang ada, 116 orang dikabarkan menjadi korban demonstrasi Jogja Memanggil, Rabu (28/10).
Dari jumlah tersebut, 13 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit, seperti RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS Bhayangkara.
Salah satu korban, Abdulah Iskandar diduga menjadi korban salah sasaran saat situasi di lokasi memanas.
Baca Juga: Demo Jogja Memanggil Tuntut Kenaikan UMR dan Pemberantasan Premanisme, Ini Respons Pemda DIY
Berdasar pengakuan Abdulah Iskandar, sebagaimana dikutip dari laman Pemkot Jogja, ia mengalami pemukulan saat berada di depan sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro.
Abdullah, yang dirawat di RS Bethesda mengaku, datang ke lokasi setelah pulang bekerja untuk menemui temannya yang bekerja di mal tersebut.
“Saya pulang kerja mau melihat, karena teman saya kerja di situ. Tiba-tiba dari belakang langsung dipukul. Enggak tahu pakai benda apa, pokoknya sampai sini sobek,” tuturnya.
Abdulah mengaku tidak mengetahui siapa yang memukulnya. Ia menyebut sejumlah orang kemudian ikut memukulinya hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Saat kejadian, ia mengaku masih dalam keadaan sadar. Namun, kondisi di lokasi yang menurutnya sangat ramai membuat situasi sulit dipahami. Ia juga melihat adanya lemparan batu dan kembang api.
“Untuk sekarang saya sudah mendingan, tapi kadang agak pusing kalau berdiri,” ujarnya.
Sikap Pemkot Jogja
Pemkot Jogja memastikan korban aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat dan layak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan tidak ingin ada korban yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat peristiwa tersebut.
Koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah pun dilakukan untuk memastikan kebutuhan perawatan setiap korban terpenuhi.
“Kami ingin memastikan bahwa semua terlayani dengan baik. Jangan sampai ada yang, istilahnya, terlantar. Mereka ini menjadi korban dan sudah berjuang bekerja untuk kepentingan keamanan, ketertiban masyarakat, dan kita semua,” tegasnya saat menjenguk korban kerusuhan di RS Bethesda, Kamis (29/11).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam
- 2Demo Mahasiswa di Jogja Hari Ini: Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran dan Makan Bergizi Gratis
- 3Sleman dan Bantul Sudah Musda, Golkar Gunungkidul Justru Mandek
- 4DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 5Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM
- 6Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup
- 7Demo Jogja Memanggil Tuntut Kenaikan UMR dan Pemberantasan Premanisme, Ini Respons Pemda DIY
- 8Pemda DIY Perkuat TPKJM untuk Layanan Kesehatan Jiwa Inklusif
- 9PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 10116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot









