Gubug Watu Adeg Mangunan Jogja, Healing sekaligus Kulineran dengan Panorama Lembah Hijau yang Bikin Sejuk

Akurat.co,Jogja-Lagi jenuh suasana kota? Sejenak arahkan kompas menuju selatan. Ke Bantul.
Tepatnya ke Gubug Watu Adeg Mangunan. Di sini, kamu bisa kulineran sambil healing sekaligus dengan panorama lembah hijau yang memanjakan mata.
Banyak pengunjung yang sudah merasakan sensasi makan di sini.
Pengunjung akan disuguhi tempat makan berupa saung-saung sederhana yang menghadap langsung ke area sungai dan pepohonan.
Baca Juga: Pantai Ngetun, Hidden Gems, Cocok untuk Healing Tanpa Keramaian
Konsep ini menciptakan suasana yang santai dan nyaman.
Salah satu ciri khas Gubuk Watu Adeg adalah lokasinya yang berada di dekat aliran sungai berbatu. Suara gemericik air memberikan efek relaksasi alami.
Selain itu, kesan alami khas suasana perdesaan membuat pengunjung betah berlama-lama.
Menu andalan ikan wader
Salah satu menu andalan di sini adalah ikan wadernya. Tapi bukan berarti menu yang lain tak enak.
Ayam penyetnya, pecelnya, bakwan, ayam kampung goreng dan bakar, lele goreng dan bakar, sampai lodeh, tumis tradisionalnya enak.
Selain enak, harga menu gubuk Watu Adeg relatif ramah di kantong, cocok untuk semua kalangan.
Makanannya sederhana tapi nikmat luar biasa karena disajikan di atas daun jati.
Saya pesan nasi dengan lauk ikan wader goreng yang renyah, tempe tepung, dan sambal yang pedasnya pas," kata salah satu pengunjung, Binar Atmaja dikutip dari Google review.
Ia sendiri merekomendasikan pengunjung memesan teh hangat gula batu untul menu minumannya.
"Rasanya makin syahdu diminum sambil lihat pemandangan," akunya.
Baca Juga: Pantai Watu Lumbung, Pantai Hidden Gem yang Bikin Healing Berkesan
Buka dari jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 wib, Gubuk Watu Adeg berlokasi atau searah dengan Hutan Pinus Mangunan atau Kebun Buah Mangunan.
Bagi pengguna mobil, mobil bisa diparkir dengan jarak sekitar 200-an meter dari lokasi.
Tempatnya turun dengan akses hanya jalan kecil curam yang bisa dilalui dengan berjalan kaki atau motor. Ada juga jasa ojek.
Jadi, kapan mau berangkat kulineran?(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD
- 2Gebrakan VinFast di Jogja: Rilis 3 Motor Listrik Baru, Varian Termurah Bisa Tembus 145 Km
- 3Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 4Rayakan Dies Natalis ke-61, UAJY Tegaskan Komitmen Pendidikan Berdampak Nyata
- 5Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 6Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 7Kembali Berlatih usai Libur, Skuad PSIM Fokus Kembalikan Kebugaran
- 8Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 9DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 10Musim Hujan DIY Mulai November 2026, Dua Wilayah Ini Bakal Basah Duluan









