Koling dan Darling Merapi, Cara Baru Sleman Pasarkan Kopi Lokal

Akurat.co, Jogja - Sebagai upaya memperkuat pengembangan kopi robusta sekaligus mendorong promosi produk kopi lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meluncurkan Kopi Keliling (Koling) dan Dua Roda Keliling (Darling) Merapi.
Koling dan Darling Merapi merupakan konsep pemasaran kopi secara berkeliling.
Untuk Koling Merapi menggunakan kendaraan roda tiga. Sedangkan Darling Merapi berupa gerobak motor roda dua yang dilengkapi dengan peralatan pembuatan kopi.
Keduanya akan ditempatkan di berbagai lokasi keramaian dan destinasi wisata di Kabupaten Sleman, khususnya kawasan wisata Merapi.
Baca Juga: Kopi Merapi, Spot Nongkrong Udara Sejuk dengan View Gunung Merapi
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Liem Astuti mengatakan, program tersebut ditujukan untuk memperkuat pemasaran kopi lokal Merapi, khususnya Kopi Nirmalagiri. Sekaligus memperluas akses pasar bagi kelompok tani dan koperasi di kawasan Merapi.
Total nilai bantuan sarana usaha yang diserahkan mencapai Rp 599.760.000. Bantuan tersebut terdiri atas empat unit Koling Merapi senilai Rp 90 juta per unit yang bersumber dari CSR Bank Indonesia, serta enam unit Darling Merapi senilai Rp 39,96 juta per unit yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY.
"Sarana tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan koperasi untuk dimanfaatkan sebagai sarana usaha sekaligus saluran pemasaran kopi lokal Merapi," jelas Liem Astuti.
Selain mendapat dukungan dari Pemda DIY melalui Danais, program ini juga jadi bagian dari CSR Bank Indonesia.
Baca Juga: Ngopi di Lereng Gunung: Warung Kopi Merapi Bikin Mager Pulang
Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo mengungkapkan, kehadiran bantuan kendaraan ini menjadi bukti Kopi Nirmalagiri memiliki kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi dan berkembang. Sudibyo berharap langkah ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas bagi Kopi Nirmalagiri.
“Kami berharap tidak hanya berkembang dari segi usaha. Tapi juga menjadi inspirasi bahwa dari lereng pegunungan lahir produk yang mampu mengharumkan DIY, bahkan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Staf Ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menuturkan pengembangan pemasaran Kopi Nirmalagiri melalui Darling dan Koling diharapkan tak hanya memperkenalkan rasa kepada konsumennya.
Melainkan juga menjadi media untuk memperkenalkan cerita dimana kopi itu berasal. “Yang bergerak bukan hanya kendaraannya, tetapi juga cerita dari para petani yang menanamnya,” sebut Noviar.
Baca Juga: Sri Sultan HB X Serahkan 46 SHM Huntap Korban Erupsi Merapi di Sleman
Melalui program tersebut, pengembangan kopi lokal Merapi diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga berlanjut pada penguatan pemasaran dan pengembangan usaha kelompok tani secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gebrakan VinFast di Jogja: Rilis 3 Motor Listrik Baru, Varian Termurah Bisa Tembus 145 Km
- 2Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 3Rayakan Dies Natalis ke-61, UAJY Tegaskan Komitmen Pendidikan Berdampak Nyata
- 4Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 5DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 6Cerita Warga Gunungkidul di Musim Kemarau, Tak Sanggup Lagi Memikul Air dari Lokasi Jauh
- 7Bus Pengunjung Taman Pintar Bisa Turunkan Rombongan di Jalan Sriwedari
- 8Tak Jadi Malam, Laga PSIM vs Persija Digelar Sore Hari
- 9Efek El Nino, Kenaikan Harga Beras Dorong Inflasi DIY September 2026
- 10DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?




