Jogja

6 Warga Kota Yogyakarta Meninggal Karena Leptopirosis, Penyakit Sudah Menyebar ke 11 Kemantren

Yudi Permana | 13 Juli 2025, 18:11 WIB
6 Warga Kota Yogyakarta Meninggal Karena Leptopirosis, Penyakit Sudah Menyebar ke 11 Kemantren

Akurat.co, Jogja-Sepanjang semester pertama 2025, kasus Leptopirosis di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan.

Dalam kurun Januari hingga Juli 2025, total ada 19 orang terkena Leptopirosis dan 6 orang diantaranya meninggal dunia.

Leptopirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans.

Bakteri ini ditularkan melalui urine binatang seperti tikus. Bakteri ini menyerang fungsi ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal.

Baca Juga: Pesan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X kepada Paskibraka Nasional Asal DIY: Jaga Nama Baik

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwamah menyebut satu pasien meninggal dunia pada Senin (8/7) lalu.

Pasien merupakan warga Kemantren (Kecamatan) Jetis berumur 50 tahun.

Lana membeberkan pasien mulai sakit sejak 30 Juni 2025 lalu. Namun baru mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit seminggu setelahnya atau pada Minggu (7/7).

"Pasien berasal dari Kemantren Jetis. Sakit sejak 30 Juni 2025 dan dirawat di rumah sakit pada 7 Juli 2025. Awalnya cuma merasakan sakit biasa.

Kemudian waktu di rumah sakit ternyata dia terdiagnosis (Leptopirosis) dan harus melakukan cuci darah," kata Lana dalam keterangannya.

Lana menyebut di rumah sakit awal karena tidak ada fasilitas cuci darah kemudian pasien dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Lana menceritakan cuci darah sudah siap dilakukan namun pasien belum sempat mendapatkan layanan cuci darah sudah meninggal.

Lana merinci di Kota Yogyakarta pada tahun 2025 ini total ada 19 orang yang terkena Leptopirosis. Dari 19 orang ini 6 orang dilaporkan meninggal dunia.

-Baca Juga: Tour de Ambarrukmo Bakal Diikuti 1.200 Pesepeda, Jelajahi Keindahan Yogyakarta dengan Bersepeda

Lana membeberkan dari 14 kemantren atau kecamatan di Kota Yogyakarta, penyakit Leptopirosis ini menyebar di 11 kemantren.

Saat ini hanya 3 kemantren yang masih bebas dari Leptopirosis yakni Kraton, Danurejan dan Gondomanan.

"Rinciannya di Kemantren Mergangsan 1 kasus, Mantrijeron 1 kasus, Gondokusuman 1 kasus, Kotagede 2 kasus, Umbulharjo 1 kasus, Pakualaman 2 kasus, Gedongtengen 2 kasus, Wirobrajan 1 kasus, Ngampilan 2 kasus, Jetis 3 kasus dan Tegalrejo 3 kasus," ungkap Lana.

"Pasien yang meninggal dari Kemantren Pakualaman 1 orang, Gedongtengen 1 orang, Ngampilan 2 orang, Wirobrajan 1 orang dan Jetis 1 orang," lanjut Lana.

Lana menambahkan kasus Leptopirosis di Kota Yogyakarta ditahun 2025 ini naik dibandingkan tahun 2024.

Pada tahun 2024 ada 10 temuan kasus Leptopirosis dengan 2 kasus meninggal dunia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.