Warga Terdampak Jalan Prambanan - Lemahbang Terima Sertifikat Tanah Hak Milik

Akurat.co, Jogja - Masyarakat terdampak pengadaan tanah ruas Jalan Prambanan - Lemahbang menerima sertifikat tanah hak milik.
Total ada 113 warga yang tanahnya terdampak pengadaan tanah ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Gunungkidul tersebut.
Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman Rin Andrijani mengatakan, lokasi pengadaan jalan ini dibagi menjadi segmen A dan segmen B.
Wilayah yang masuk pada segmen A yaitu Padukuhan Marangan Kalurahan Bokoharjo, Padukuhan Gunungsari, Padukuhan Nglengkong, Padukuhan Mlakan dan Padukuhan Gedang seluas 189.528 meter persegi.
Baca Juga: Jalan Baru Sleman - Gunungkidul, Prambanan, Spot Baru yang Cocok untuk Sunmori
Sedangkan wilayah yang termasuk dalam segmen B yaitu, Padukuhan Umbulsari A, Padukuhan Klumprit 1, Padukuhan Gayam, Padukungan Nawung, Padukuhan Lemahbang seluas 147.227 meter persegi.
Jumlah bidang terdampak segmen A sebanyak 358 bidang dan segmen B sebanyak 309 bidang. Jumlah bidang yang disertifikatkan segmen A sebanyak 266 bidang dan segmen B sebanyak 188 bidang.
"Jadi total total bidang yang disertifikatkan sebanyak 454 sertifikat,” ujarnya dalam penyerahan sertifikat di Gedung Serbaguna Sambirejo Prambanan, Kamis (23/10/2025).
Dijelaskan Rin, bidang yang disertifikatkan hanya bidang yang pada awalnya sudah memiliki sertifikat. Kemudian terdampak pengurangan luasan lahan karena terdampak pengadaan tanah ruas jalan Prambanan-Lemahbang.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Imam Nawawi, yang juga hadir pada acara tersebut menerangkan sertifikat yang sudah selesai pada tahun 2024 sebanyak 87 sertifikat.
Dan untuk 2025 ini tercatat sebanyak 113 sertifikat sudah diselesaikan. Ia menyatakan akan segera menindaklanjuti sisa sertifikasi yang belum selesai.
"Kami berharap kerjasama dengan pihak kalurahan untuk terus bersama mengawal agar tanah yang terkena dampak jalan agar bisa segera terselesaikan," katanya.
Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap, pembangunan jalan ini diharapkan bermanfaat besar bagi masyarakat luas.
Tak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan UMKM.
Karena ia percaya, perbaikan infrastruktur memiliki efek domino. Semakin baiknya infrastruktur jalan, mendorong geliat ekonomi lokal tumbuh lebih cepat.
Baca Juga: Pemda DIY Sebut Titik Ini Sebagai Medan Terberat Dari Pembangunan Jalan Tembus Prambanan-Gunungkidul
"Prambanan juga dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, akan semakin mudah diakses, dan tentunya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” jelas Harda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









