Jogja

Rute Trans Jogja Wonosari Gunungkidul Mana Saja? Ini Saran DPRD DIY

Yudi Permana | 17 Juni 2025, 11:30 WIB
Rute Trans Jogja Wonosari Gunungkidul Mana Saja? Ini Saran DPRD DIY

Akurat.co, Jogja - Rencana pembukaan rute Trans Jogja yang menghubungkan Yogyakarta dan Wonosari dapat sambutan positif dari DPRD DIY.

Komisi C menilai inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan pemerataan pembangunan di wilayah selatan DIY.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Amir Syarifudin menyebut, pembukaan rute tersebut tepat untuk menjawab tantangan kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Jogja-Wonosari.

“Usulan pembukaan rute Trans Jogja ke Wonosari perlu kita dukung bersama," ujar Amir, Jumat (13/6/2025), dikutip dari laman resmi DPRD DIY.

Baca Juga: 3 Jenis Masuk Angin Menurut Riset Guru Besar UGM

"Namun jangan hanya fokus pada jalur utama. Kita juga harus memperhatikan jalur-jalur alternatif yang berpotensi mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus membuka akses bagi daerah yang selama ini belum maksimal tersentuh pembangunan,” imbuhnya.

Amir menyebut jalur Mutihan–Srimartani sebagai salah satu alternatif. Jalur ini sebelumnya sudah jadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), tetapi belum dimanfaatkan maksimal.

“Jalur Mutihan–Srimartani seharusnya bisa dikembangkan lebih lanjut. Kalau dikelola dan diperbaiki, ini akan menjadi salah satu akses penting untuk mengurai beban jalan utama, sekaligus membuka keterisolasian beberapa wilayah di sekitarnya,” tambah dia.

Baca Juga: Pantai Torohudan, Surga Tersembunyi di Gunungkidul yang Masih Alami dan Sepi

Amir juga menyoroti kondisi ruas jalan Cino Mati yang selama ini terkendala persoalan status tanah inclave. Ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif mencari solusi.

“Kita semua tahu masalah tanah inclave itu tidak mudah. Tapi bukan berarti dibiarkan begitu saja. Ini jalan penting yang bisa jadi penopang konektivitas wilayah. Komunikasi lintas instansi dan masyarakat pemilik lahan harus terus dibangun,” tuturnya.

Selain memperjuangkan rute baru dan jalur alternatif, Amir menegaskan pentingnya pembenahan infrastruktur pendukung, terutama di jalur Playen–Mangunan yang strategis sebagai penghubung antarkecamatan dan kawasan wisata.

Menurutnya ada kebutuhan mendesak seperti pengaspalan jalan, penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta pemeliharaan drainase dan bahu jalan untuk mencegah kerusakan saat musim hujan.

Baca Juga: 5 Alasan Kopi Klotok Jogja Selalu Ramai Pengunjung, Sampai Antri Berjam-jam

“Kalau kita mau menghadirkan layanan transportasi publik yang berkualitas, maka infrastrukturnya harus siap. Jangan sampai nanti bus Trans Jogja tidak bisa melintasi daerah-daerah tertentu hanya karena jalannya rusak atau gelap,” tegas Amir.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.