Hanya 2 Dari 10 Bayi Penyu yang Berhasil Kembali Ke Darat, Sisanya Kemana?

Akurat.co, Jogja - Ternyata dari 10 bayi penyu atau tukik yang dilepas ke laut lepas, hanya dua yang berhasil bertahan hidup dan kembali ke darat untuk bertelur.
Hanya 2 dari 10 bayi penyu atau tukik yang berhasil bertahan hidup usai dilepas ke laut lepas.
Upaya konservasi penyu laut terus dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat.
Salah satunya Kelompok Pemuda Peduli Penyu (KP4) Pandansimo. Sebuah organisasi konservasi penyu yang berlokasi di Pantai Baru, Bantul DIY.
"Penyu adalah salah satu binatang dilindungi, karena populasinya yang semakin berkurang," kata pengurus KP4 Pandansimo, Iwan, Rabu (06/08/2025).
Baca Juga: Pesona Pantai Sanglen, Spot Paling Pas untuk Berkemah di Gunung Kidul
Meski sudah jadi binatang yang dilindungi, tetap masih saja pihak tidak bertanggung jawab yang berburu telur penyu.
Guna menumbuhkan rasa memiliki, ketika waktunya tukik dilepas ke laut KP4 akan mengajak masyarakat.
Mereka akan diberi kesempatan untuk melepas tukik yang baru berusia tiga hari tersebut untuk bisa kembali ke habitatnya.
Waktu yang dipilih adalah sore hari atau sekitar pukul 17.00 WIB. Waktu tersebut dirasa tepat, karena minim predator.
Tidak mudah bagi KP4 saat melakukan upaya konservasi. Tidak sedikit dari mereka yang berjaga semalaman guna menemukan penyu yang naik ke darat untuk bertelur.
Baca Juga: Seberapa Bahaya Watu Togok Pantai Siung Gunungkidul?
Karena kalau sudah ditutup pasir pantai, sulit ditemukan kembali. Waktu yang biasa dilakukan penyu untuk bertelur adalah malam atau pagi hari. "Bisa juga sore hari. Saat suasana sudah sepi. Jadi tidak menentu," jelasnya.
Begitu menemukan penyu yang naik ke darat, Iwan bersama tim akan memantau dari jauh.
Ketika penyu sudah kembali ke laut, mereka akan mengambil telurnya untuk ditetaskan di tempat yang sudah disediakan. Dan ketika sudah berusia tiga hari, baru dilepas.
"Karena masih kecil, mereka sangat rentan dimakan predator. Jadi dari 10 tukit yang dilepas, hanya 2-3 yang berhasil kembali ke darat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD
- 2Gebrakan VinFast di Jogja: Rilis 3 Motor Listrik Baru, Varian Termurah Bisa Tembus 145 Km
- 3Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 4Rayakan Dies Natalis ke-61, UAJY Tegaskan Komitmen Pendidikan Berdampak Nyata
- 5Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 6Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 7Kembali Berlatih usai Libur, Skuad PSIM Fokus Kembalikan Kebugaran
- 8Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 9DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 10Musim Hujan DIY Mulai November 2026, Dua Wilayah Ini Bakal Basah Duluan









