Jogja

Gerakan Masyarakat Olah Sampah 'Mas Jos' Diterapkan di SD Muhammadiyah Sagan, Sukses Tekan Volume Pengiriman ke Depo

M. Mubin Wibawa | 8 September 2025, 10:05 WIB
Gerakan Masyarakat Olah Sampah 'Mas Jos' Diterapkan di SD Muhammadiyah Sagan, Sukses Tekan Volume Pengiriman ke Depo

Akurat.co,Jogja-Gerakan Masyarakat Olah Sampah 'Mas Jos' ternyata sudah merambah hingga ke tingkat sekolah dasar (SD).

Seperti yang diterapkan di SD Sagan Muhammadiyah. Di sekolah dasar ini guru dan murid ikut mengolah sampah untuk menekan volume yang dibawa ke depo.

Kepala SD Muhammadiyah Sagan Suwarjo mengatakan, pemilahan sampah menjadi pembiasaan bagi seluruh guru dan murid, karena sudah disediakan empat tempat sampah sesuai jenisnya. Dengan harapan tidak hanya dilakukan di sekolah tapi juga di rumah.

Baca Juga: Mengenal Mas Jos, Gerakan Pengolahan Sampah Warga Jogja dari Rumah Tangga

"Jadi sampah dari sini kami pilah, untuk jenis plastik kami kumpulkan di SMP Muhammadiyah 10 karena ada pengepul yang membeli, kemudian kardus dan kertas kami bawa ke bank sampah RW, sementara sampah organik sisa makanan akan diambil oleh penjaga sekolah yang punya ternak ayam dan bebek," katanya.

Dikutip dari laman Pemkot Jogja, gerakan ini mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo.

Hasto menyatakan, komitmen SD Muhammadiyah Sagan untuk menekan sampah yang dibawa ke Depo, dengan mengolah sampahnya secara mandiri dapat menjadi praktik baik juga contoh bagi sekolah lain baik negeri maupun swasta.

"Kita tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, yang mana kita sebagai individu juga harus punya kesadaran dan kepedulian pada pengelolaan sampah, untuk itu mari kita gotong royong menuntaskan masalah sampah, agar lingkungan kita makin bersih, sehat dan nyaman," katanya di acara Temu Alumni SD Muhammadiyah Sagan, Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga: Mahasiswa KKN UMY Kembangkan Rocket Stove Atasi Sampah di Wakatobi

Menurut Hasto pekerjaan rumah terkait pengolahan sampah di Kota Jogja masih cukup berat.

Sampai hari ini sampah di Kota Yogyakarta sekitar 290 ton. Baru bisa menyelesaikan 190 ton. Ada sisa hampir 100 ton yang masih jadi permasalahan.

"Untuk itu kami terus mengajar masyarakat agar turut mendukung, dimulai dengan memilah kemudian mengolah sampah. Seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah Sagan, kami sampaikan terima kasih, karena ini jadi upaya gotong royong kita bersama," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.