Jogja

Mengenal Mas Jos, Gerakan Pengolahan Sampah Warga Jogja dari Rumah Tangga

Yudi Permana | 25 Agustus 2025, 12:05 WIB
Mengenal Mas Jos, Gerakan Pengolahan Sampah Warga Jogja dari Rumah Tangga

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 240 ton volume sampah per hari dihasilkan Kota Yogyakarta.

Mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melakukan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).

Harapannya, dari kegiatan ini dapat mereduksi minimal 20 persen dari 240 ton volume sampah per hari.

Gerakan ini berawal dari rumah dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif mengelola sampah dari masing-masing rumah tangga.

Baca Juga: Saat Pelajar SMA di Jogja Mulai Sadar Pentingnya Pengelolaan Sampah

Setidaknya ada langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini.

Pertama, pilih sampah sesuai jenis. Kedua, abwa sampah anorganik ke bank sampah atau pengepul.

Ketiga, mengolah sampah organik. Keempat, tidak menyisakan makanan. Kelima, gunakan wadah berulang.

Akan dilombakan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan akan mengadakan lomba Mas Jos di tingkat kelurahan dan kemantren.

"Nanti akan dinilai wilayah mana yang mampu mewujudkan rumah tangga bebas sampah dengan tiga langkah pertama Mas Jos," tandasnya.

Untuk mengurangi volume sampah, lanjut Hasto, Pemkot terus berupaya untuk memberikan solusi bagi warga masyarakat.

Seperti upaya gotong royong untuk membuat biopori jumbo yang dikoordinir tiap kelurahan.

"Saya kira untuk memperbanyak biopori jumbo yang bisa digunakan beberapa rumah tangga dengan cara gotong royong kita bisa, mungkin melalui CSR atau pola yang sama seperti gotong royong bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang kita lakukan setiap minggu," lanjutnya.

Hasto menekankan tujuan Gerakan Mas Jos pada dasarnya untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke Depo.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Bersihin Sampah di Stadion Maguwoharjo Minggu Besok

Mengupayakan sampah yang diolah Unit Pengelolaan Sampah (UPS) adalah sampah residu, karena sampah organik sudah diolah tiap rumah tangga dan anorganik masuk ke bank sampah maupun pengepul.

"Solusi dan langkah lanjutan yang terus kita upayakan bersama adalah memperbanyak offtaker sampah, khususnya untuk sampah organik dari rumah tangga.

Sehingga target menuju 190 ton yang sebelumnya 240 ton sampah per hari bisa tercapai," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.