Mengagumi Batik Tulis Klasik di Desa Wisata Wukirsari

Akurat.co,Jogja-Di tengah terjangan industri global, satu desa yang berada di selatan Yogyakarta mempertahankan tradisi sebagai pusatnya batik tulis klasik.
Dari sini setiap lembar batik tidak lahir instan dari mesin. Tapi dari proses panjang penuh kesabaran. Mulai dari membuat pola, proses membatik, hingga menjadi kain yang memiliki nilai dan filosofi.
Tak salah kalau kemudian Desa Wisata Wukirsari dinobatkan sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik oleh Organisasi Pariwisata PBB 2024.
Di Wukirsari, semangat mengembangkan tradisi terus terjaga sampai hari ini.
Batik Wukirsari menyimpan filosofi hidup melalui motif-motif khas seperti Sirgunggu Wiguna, Wahyu Tumurun, Sido Mukti, hingga Parang, yang sarat doa, harapan, dan kearifan lokal.
Terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, desa ini berjarak sekitar 17 km dari pusat Kota Yogyakarta dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30-40 menit menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum.
Dari Yogyakarta International Airport (YAI) membutuhkan waktu sekitar 1 jam 11 menit dengan jarak tempuh 46,2 km.
Wisata membatik
Wisata belajar Membatik menjadi salah satu unggulan atraksi Desa Wisata Wukirsari.
Belajar membatik menjadi ajang bagi Wukirsari untuk mengenalkan warisan budaya dunia milik Indonesia yang telah ada di Kawasan ini sejak 1634 silam.
Bukan hanya sekedar ajang wisata, kegiatan ini menitik beratkan pada keterlibatan lebih dari 600 orang perajin batik sebagai pemandu wisata belajar batik, sehingga setiap perkembangan dalam atraksi ini akan berimbas pada meningkatnya taraf hidup masyarakat yang berprofesi sebagai perajin batik.
Selain membatik, Desa Wukirsari juga menawarkan wisata alam di kawasan pesisir Sungai Opak, wisata religi di kawasan Makam Raja-raja Pajimatan dan Makam Sunan Giriloyo, serta wisata ekonomi budaya di Kawasan Pasar Tradisional Sor Jati.
Kalau sedang di Jogja, tak ada salahnya healing ke sini. Dan rasakan pengalaman batin membuat langsung kain batik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






