Jogja

Pakar UGM Ungkap Mikroplastik di Air Hujan jadi Ancaman Senyap Kesehatan Manusia

Yudi Permana | 25 Oktober 2025, 15:05 WIB
Pakar UGM Ungkap Mikroplastik di Air Hujan jadi Ancaman Senyap Kesehatan Manusia

Akurat.co,Jogja-Pakar UGM mengungkap mikroplastik dalam air hujan bisa menjadi ancaman senyap bagi kesehatan manusia.

Hal tersebut diungkap menyusul hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam risetnya, BRIN menungkap partikel plastik mikroskopis tersebut berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan, hingga sisa pembakaran sampah plastik.

Mikroplastik yang melayang di udara kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama air hujan.

"Ancaman mikroplastik terhadap kesehatan manusia sangat besar. Pada studi hewan, partikel ini sudah ditemukan di beberapa organ dan berpotensi menyebabkan gangguan reproduksi,” Dosen Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Dr. Annisa Utami Rauf.

Baca Juga: SE Pembatasan Plastik Diberlakukan, Belanja di Jogja Tak Memakai Kantong Plastik Lagi

Menurut Annisa, risiko paparan mikroplastik lebih tinggi di wilayah perkotaan yang padat penduduk.

Aktivitas masyarakat yang masih bergantung pada plastik sekali pakai berkontribusi besar terhadap akumulasi partikel plastik di udara dan lingkungan.

Kesadaran masyarakat untuk membatasi konsumsi plastik perlu ditingkatkan agar dampaknya dapat ditekan.

"Risikonya memang tinggi di kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta. Namun, upaya mengganti plastik dengan bahan ramah lingkungan sudah mulai terlihat di beberapa tempat, dan hal ini perlu terus didukung,” jelasnya.

Sejumlah penelitian global telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam darah dan organ manusia, termasuk sistem pencernaan.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa partikel plastik mampu masuk dan menetap di tubuh dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: 15,9 Juta Anak Indonesia Berpotensi Fatherless, Pakar UGM Ungkap Dampak Negatif bagi dalam Kehidupan

Meski begitu, Annisa menekankan bahwa bukti ilmiah mengenai dampak spesifik terhadap kesehatan manusia masih terus dikembangkan.

"Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya akumulasi dalam tubuh manusia, tetapi efek pastinya belum jelas karena penelitian masih berlangsung,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.