Jogja

Pemkot Jogja Waspadai Lonjakan Kasus DBD

Haris Ma'ani | 9 Oktober 2026, 07:06 WIB
Pemkot Jogja Waspadai Lonjakan Kasus DBD
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah. -foto: magnific.com

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja mewaspadai lonjakan penyakit Demam Bedarah Dengue (DBD) saat musim hujan besok.

Meski saat ini masih memasuki musim kemarau dan laporan kasus DBD relatif rendah, kewaspadaan tetap perlu dijaga.

Terlebih, perubahan cuaca dan datangnya musim penghujan berpotensi meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga: Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu mengatakan, hingga saat ini jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta masih berada di bawah 100 kasus.

“Untuk sementara memang masih jarang laporan kasus, fogging juga sangat-sangat bisa kita tekan.

Sampai hari ini dari Januari sekitar 83 kasus DBD. Jadi masih di bawah 100,” jelas Endang dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Jumat (9/10).

Endang mengungkap, kasus yang ada bisa bertahan sampai nanti musim penghujan.

"Jangan sampai ada kasus melebihi 100,” ujarnya.

Endang menjelaskan, salah satu upaya pengendalian DBD juga dilakukan melalui pemanfaatan nyamuk ber-Wolbachia.

Berdasarkan perkembangan terakhir, sekitar 87 persen nyamuk yang dipantau telah mengandung Wolbachia.

Keberadaan Wolbachia tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penularan DBD.

Meski demikian, menurut Endang, peran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD.

Masyarakat diminta memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak, baik di dalam maupun di sekitar rumah.

"Usahakan tidak ada genangan air yang memungkinkan nyamuk berkembang biak.

Termasuk di dalam rumah, seperti tempat penampungan air pada dispenser, kulkas, tempat makanan atau minuman hewan,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk kembali memperkuat gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup dan memilah atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

Selain itu, talang air juga perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala, terutama sebagai persiapan menghadapi musim hujan.

Endang menegaskan Kota Yogyakarta merupakan wilayah endemis DBD sehingga upaya PSN perlu dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya ketika memasuki musim penghujan.

Baca Juga: Ratusan Ribu WNA Pilih Naik Kereta ke Jogja-Solo, Stasiun Ini Jadi Favorit

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti mengatakan pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan PSN, baik di dalam rumah maupun lingkungan sekitar.

"Untuk pencegahan kami tetap mengingatkan masyarakat rutin melakukan PSN, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar rumah,” jelasnya.

Ia menyebut, wilayah Mantrijeron hingga saat ini tercatat 22 kasus DBD. Karena itu, edukasi dan pemantauan lingkungan terus dilakukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.