Jogja

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Ingatkan Anak Muda Tak Jadi 'Generasi Stroberi', Apa Itu?

M. Mubin Wibawa | 25 November 2025, 09:05 WIB
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Ingatkan Anak Muda Tak Jadi 'Generasi Stroberi', Apa Itu?

Akurat.co,Jogja-Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo meminta anak muda tak menjadi 'generasi stroberi'.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Talk Show Sinergi UGM dan KAGAMA pada kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode November 2025 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (24/11), kemarin.

Di hadapan para calon wisudawan, Hasto menegaskan pentingnya daya tahan mental generasi muda dalam menghadapi kompetisi global.

Ia memperingatkan agar generasi sekarang tidak tumbuh menjadi generasi stroberi, istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan kelompok yang mudah rapuh dan menyerah ketika menghadapi tekanan.

Baca Juga: Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo: Pengamen di Malioboro Harus Punya Standar Tinggi

“Generasi muda sekarang jangan lembek, karena kalian ini sandwich generation di mana nanti akan lebih banyak orang tua yang sudah tidak produktif, karena terjadi aging population dan harapan hidup kita khususnya di Yogyakarta itu tinggi, bahkan nomor satu di Indonesia," ujarnya.

Hasto menjelaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase krusial dengan ancaman aging population dan menipisnya peluang bonus demografi. Ia mengingatkan bahwa jendela kesempatan menuju Indonesia maju semakin sempit.

Baca Juga: Wali Kota Jogja Copot Semua Baliho yang Ada Foto Dirinya, Materi Komuninkasi Berisi Pesan, bukan Figur

“Window of opportunity menuju Indonesia maju akan menutup pada 2040. Kalau anak muda tidak bekerja keras, meningkatkan skill, dan menciptakan lapangan kerja, peluang itu bisa hilang,” tegasnya.

Menutup paparannya, Hasto menekankan dua hal yang menurutnya menjadi kunci menghadapi tantangan masa depan yaitu peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.

“Anak muda harus punya skill, kerja keras, dan memberdayakan perempuan agar tetap mandiri. Bisa bekerja dan menciptakan lapangan kerja, punya kemandirian finansial di usia 50 tahun,” tuturnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.