Jogja

Budidaya Maggot, Warga Cokrodiningratan Dapat Cuan dari Sampah Organik

M. Mubin Wibawa | 29 Desember 2025, 13:05 WIB
Budidaya Maggot, Warga Cokrodiningratan Dapat Cuan dari Sampah Organik

Akurat.co,Jogja-Kampung Maggot Lestari (Permak Jas Kamal) diberdayakan di Cikrodiningrata, Kota Yogyakarta.

Masyarakat Cokrodiningratan mengelola sampah organik dengan budidaya maggot. Tidak hanya menghabiskan sampah organik, warga juga mendapat tabungan dari hasil panen maggot.

Ketua Kampung Cokrodiningratan, Anwar Setyowantono menjelaskan pembesaran maggot di Cokrodiningratan awalnya dari kegiatan Mitra Maggot Dayoku untuk mengatasi sampah organik.

Kegiatan dilakukan mulai April dengan membagikan kotak-kotak maggot ke rumah warga dan diikuti sekitar 10 warga ibu-ibu PKK.

Baca Juga: Mulai 2026 Tiap Kelurahan di Kota Jogja akan Kelola Sampah Organik

Hasil panen maggot dibeli dan menjadi tabungan. Kini nasabah bank sampah kelompok Maggot Mitra Dayoku sekitar 47 anggota yang semuanya aktif mengikuti pembesaran maggot.

Masyarakat Kampung Cokrodiningratan kini sudah 18 kali panen maggot dengan panen berkisar 3-5 kg tiap warga.

“Jadi dua minggu sekali tebar kemudian panen.Tidak ada jeda sehingga masyarakat rutin mengolah sampah organik secara mandiri," ujarnya.

Lebih jauh Anwar menjelaskan, kelebihan dari pembesaran maggot di wilayahnya adalah semua sampah organik yang matang, semua sampah organik yang dari sisa-sisa sayur, itu bisa terurai dengan habis.

"Biasanya kita kalau membuang sampah harus mengeluarkan uang, tapi ini menghasilkan uang. Ini jadi pemantik, bagi masyarakat Kampung Cokrodiningratan,” terang Anwar.

Dia berharap kegiatan budidaya maggot itu terus menjadi embrio di masyarakat dan membantu pemerintah untuk mengelola sampah organik.

Selain itu ke depan pihaknya akan kerja sama dengan pegadaian agar hasil tabungan panen maggot dikelola menjadi tabungan emas pegadaian.

Ada yang sudah hasilkan tabungan Rp70.000 

Salah satu warga Cokrodiningratan yang mengelola sampah organik dengan maggot, Nur Fitrilati menyampaikan sekali panen maggot berkisar 1,5-3 kg dari 4 kotak maggot.

Dia menyebut dengan budidaya maggot itu dia bisa mengatasi sampah organik antara 1-2 kg/hari.

Sampah organik itu berasal dari rumahnya dan tetangga yang tidak memelihara maggot.

Baca Juga: Pemkot Jogja Pastikan Tumpukan Sampah di Depo Bersih sebelum Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Harga beli panen maggot sekitar Rp 5.000/kg. Dia sendiri sudah menghasilkan tabungan maggot sekitar Rp 70.000

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengapresiasi inisiasi masyarakat Cokrodiningratan yang menggagas Permak Jas Kamal yang mengelola sampah organik untuk budidaya maggot.

Pihaknya berharap kegiatan mengolah sampah organik dengan maggot di Cokrodiningratan dapat disebarkan luaskan dan dicontoh ke wilayah lain.

“Harapan saya ini di-gethoktular-kan ke wilayah lain supaya dicontoh. Jangan hanya di kampung Cokro, tapi mungkin di kampung-kampung yang lain,” kata Hasto dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (29/12/2025).

Pemkot Yogyakarta mengucapkan terima kasih dengan gerakan Permak Jas Kamal Cokrodiningratan karena membantu mengelola sampah.

“Kami berterima kasih di Kampung Cokrodiningratan ini sudah digerakkan, bahkan sudah digerakkan ronda sampah.

Saya kira ini bagus banget supaya menciptakan suasana yang bersih di lingkungan sini,” paparnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.