Angka Kemiskinan Menurun, Kapanewon Prambanan Sleman Andalkan Sektor Pariwisata

Akurat.co, Jogja - Kapanewon Prambanan Sleman memiliki program prioritas dalam menekan angka kemiskinan.
Sepanjang 2023-2025, angka kemiskinan di Kapanewon Prambanan mengalami tren penurunan. Dari 11,15% pada tahun 2023 menjadi 9,24% pada tahun 2025.
Panewu Anom Kapanewon Prambanan Sigit Yasien menyampaikan, Kapanewon Prambanan tengah memprioritaskan program penanggulangan kemiskinan melalui sinergi dengan sektor pariwisata seperti Tebing Breksi.
"Langkah ini mencakup penyerapan tenaga kerja lokal hingga penyaluran bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan," ungkapnya dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman di Kantor Kapanewon, Kamis (26/02/2026).
Baca Juga: Pemda DIY Siapkan Manajemen Data Terintegrasi untuk Menangani Kemiskinan
Upaya lain yang dilakukan, melalui program beasiswa pendidikan dan bimbingan belajar gratis di tingkat kalurahan.
Program ini disertai dengan pemberian bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta berbagai kegiatan padat karya.
Langkah penguatan ekonomi juga terus didorong melalui pemberian pinjaman tanpa agunan oleh BumKalMa Roro Jonggrang serta pemanfaatan tanah kas desa untuk pertanian.
"Pelatihan UMKM bagi kelompok PKH juga terus diberikan guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Tekan Kemiskinan di Bawah 2 Digit, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkab Bantul
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan penanggulangan kemiskinan adalah perintah konstitusi.
Menurutnya, pemerintah dari tingkat Kabupaten hingga Padukuhan harus bersinergi memastikan bantuan tepat sasaran melalui data masyarakat miskin yang akurat.
"Menurunkan kemiskinan bukan sekadar angka, tapi tugas kita bersama. Saya mengapresiasi keberanian wilayah melakukan graduasi data," katanya.
Danang juga menekankan pentingnya kejujuran data melalui mekanisme Musyawarah Kalurahan (Muskal) sebagai otoritas tertinggi dalam menentukan kelayakan penerima bantuan, guna menghindari fenomena warga yang mampu namun enggan dilepas status miskinnya.
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Gedangsari Tinggi, Ini Jurus Pemkab Gunungkidul Mengatasinya
"Saya berharap masyarakat lokal dapat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di Prambanan. Ini dimaksudkan agar angka kemiskinan dapat terus ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









