Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Aman dari Penyakit

Akurat.co,Jogja-Pemkab Sleman memastikan hewan kurban aman untuk dikonsumsi. Di sisi lain, pedagang hewan di Sleman merasakan peningkatan penjualan tahun ini.
Untuk memastikan hewan kurban aman dikonsumsi, Pemkab Sleman menerapkan standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal atau ASUH.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bahkan memimpin langsung pemeriksaan dan pemantauan ketersediaan ternak kurban di wilayahnya.
Baca Juga: Sleman Masih Kekurangan 5.000 Ekor Sapi untuk Kurban
Wabup memantau langsung di Kelompok Ternak Karya Tunggal yang berlokasi di Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping, dan di UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan DP3 Kabupaten Sleman.
Dari pemantauan yang dilakukan, Danang menyebut, hingga awal Mei ini, ketersediaan ternak kurban sementara masih mencukupi atau terbilang aman terhadap permintaan pasar.
Ternak kurban yang tersedia dilaporkan sehat dan terbebas dari penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.
Danang mengatakan, selama ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan selalu rutin mengadakan pantauan di kandang kelompok ternak masyarakat dan juga pasar hewan, termasuk vaksinasi, pemantauan penyakit PMK, serta antraks.
“Saya kira kalau dari sapi kita aman," katanya.
Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap hewan yang didatangkan dari luar daerah.
"Ada yang drop-drop-an atau pendatangan sapi dari luar, ini yang memang harus kita pantau terus," jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rofiq Andriyanto mengutarakan, sebagai upaya pencegahan penyakit pada ternak kurban, di awal April sampai dengan pertengahan April pihaknya telah melaksanakan vaksinasi antraks mengingat penyakit ini bisa menular ke manusia.
Baca Juga: Jelang Kurban, Harga Sapi di Sleman Mulai Naik
Vaksinasi dilakukan khususnya untuk wilayah perbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, di Gayamharjo dan Sambirejo, Prambanan.
Di Pasar Hewan Ambarketawang, pencegahan pun dilakukan dengan melakukan dipping.
Yang mana setiap truk masuk di-dipping kemudian disemprot sebagai upaya mensterilkan kendaraan pengangkut ternak dari bakteri penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY









