Kenapa Rumah Bersejarah Dokter Sardjito Dijual? Ahli Waris Ungkap Fakta Tak Terduga

Akurat.co,Jogja- Rumah bersejarah Prof. dr. M. Sardjito disebutkan akan dijual.
Rumah pahlawan nasional sekaligus rektor pertama UGM terpaksa dijual ahli waris karena satu alasan tak terduga.
Rumah yang terletak di Jl. Cik Di Tiro No.16, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, ini berdiri di atas lahan seluas 1.206 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 800 meter persegi.
Baca Juga: RSUP Dr. Sardjito Buka Pendidikan Spesialis Kedokteran Nuklir
Di rumah ini, Prof. Sardjito semasa hidup tinggal dan menjadi saksi bersejarah kiprahnya bagi dunia medis Tanah Air.
Salah satunya adalah bagaimana Prof.Sardjito menemukan dan meracik jamu Calcusol, herbal mengatasi batu ginjal dan melancarkan saluran kencing.
Rumah bergaya indische tersebut kini menarik perhatian publik sejak muncul kabar akan dijual oleh ahli waris.
Budhi Santoso, ahli waris, sekaligus kerabat dari keluarga Sardjito mengemukakan bahwa rumah tersebut dijual karena masalah keuangan.
Ide untuk melego rumah ini muncul setelah Budhi melihat rumah ini sudah tidak terawat.
Budhi tidak membeberkan nominal harga rumah ini. "Ya M (miliar rupiah)," kata Budhi soal nilai yang ditawarkan.
Budi mengaku menawarkan rumah itu kepada sekitar sepuluh pihak.
Baca Juga: Kisah Djoko Slamet Peneliti BRIN, Usia 68 Tahun Selesaikan Gelar S2 Teknik Fisika UGM
Mulai dari UGM, UII, mantan Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hingga sejumlah pengusaha.
UGM dan UII ditawarkan karena sejarah bahwa Prof.Sardjito pernah menjadi rektor dua universitas tersebut.
Tanggapan UGM
Menanggapi terkait penjualan rumah tersebut, Rektor UGM, Prof Ova Emilia menyatakan, pihak kampus saat ini tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kepentingan akademik.
"UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu.
Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng KAGAMA," katanya melalui keterangan tertulis.
Baca Juga: DPRD DIY Kecam Kekerasan Terhadap Residen di RSUP Dr Sardjito
Meski demikian, kampus masih belum menjabarkan lebih lanjut terkait dengan bentuk pemanfaatan itu.
Termasuk kepastian UGM untuk membeli rumah tersebut.
Ova menuturkan UGM menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri serta tokoh yang telah berkontribusi bagi perjalanan institusi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam






