Jogja

Fotografer Jogja Raih Gelar Internasional Lewat Karya Sapi-sapi Piyungan

Haris Ma'ani | 8 Juli 2026, 12:05 WIB
Fotografer Jogja Raih Gelar Internasional Lewat Karya Sapi-sapi Piyungan
Water Colonialism, karya fotografer asal Yogyakarta, Yudha Kusuma Putera. (foto: instagram/yud_hung)

Akurat.co,Jogja-Fotografer asal Yogyakarta, Yudha Kusuma Putera meraih penghargaan internasional melalui karya berjudul Waste Colonialism atau Sapi-Sapi Piyungan.

Yudha berhasil menjadi juara pada ajang Hasselblad Masters 2026 untuk kategori Art.

Ajang yang dikenal sebagai salah satu penghargaan paling prestisius di dunia fotografi ini diketahui memilih para pemenangnya berdasarkan kualitas artistik, kekuatan konsep, hingga kemampuan menghadirkan sudut pandang baru melalui medium fotografi.

Baca Juga: Pemkot Jogja Beri Beasiswa SD hingga SMP Tingkat Kelurahan, Ini Syarat dan Ketentuannya

Karya Yudha Kusuma Putera mengangkat isu kolonialisme limbah, sebuah praktik negara maju, yang melakukan ekspor sampah ke negara berkembang.

Pola tersebut dinilai seperti yang terjadi lewat pembangunan TPA di Piyungan yang lokasinya berada di pinggiran kota jauh dari pandangan.

Karya yang dijepret Yudha semasa TPA Piyungan masih beroperasi tersebut memuat bagian punggung sapi-sapi yang tengah mencari makan di gunungan sampah hingga bentuknya menyerupai lanskap di sekitarnya.

Melalui karya ini, Yudha lolos menjadi satu dari tujuh fotografer terpilih dalam kompetisi internasional yang tahun ini menerima lebih dari 108 ribu karya dari 160-an negara.

Dalam keterangannya, Yudha mengucapkan terima kasih atas apreasiasi sejumlah pihak terhadap karyanya.

Termasuk saat Instagram resmi Pemda DIY, @humasjogja memajang karyanya.

"Terima kasih sudah menanggapi karya saya dengan postingan ini," katanya.

Lebih lanjut, sebagai warga Jogja mengharap kota tempat tinggalnya itu dapat mengelola dan menyelesaikan masalah sampah secara mandiri.

"Tidak dengan solusi memindahkan TPA ketempat lain, tapi mengelolanya dengan lebih baik," terangnya.

Ia menyebut tentu pengelolaan sampah tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga warganya.

Sementara itu, setelah ditutup permanen, lahan eks TPA Piyungan perlahan mulai menghijau berkat penanaman vegetasi dan penataan yang dilakukan.

Baca Juga: Siasati Ketiadaan Lahan, Warga Wirobrajan Kota Jogja Tanam Sayuran di Tembok Kampung

Pemulihan kawasan dapat terwujud melalui kerja sama kabupaten dan kota di DIY yang mengelola sampahnya secara mandiri di masing-masing wilayah.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.