Jogja

Pemkot Jogja Dorong Warganya Terapkan Konsep Pertanian Terintegrasi di Perkotaan

Haris Ma'ani | 5 Agustus 2026, 10:05 WIB
Pemkot Jogja Dorong Warganya Terapkan Konsep Pertanian Terintegrasi di Perkotaan
Potret ilustrasi bertani. (foto: Magnific)

Akurat.co,Jogja-Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja mendorong warganya menerapkan konsep pertanian terintegrasi di perkotaan.

Pertanian terintegrasi atau integrated farming memiliki potensi diterapkan di wilayah perkotaan Kota Jogja.

Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, menjelaskan, meskipun Kota Jogja memiliki keterbatasan lahan pertanian, masyarakat tetap memiliki peluang besar untuk menghasilkan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan pekarangan rumah, lahan kosong, maupun ruang-ruang produktif lainnya.

Baca Juga: 350 Ekor Dambing dan Domba di Kota Jogja Dapat Layanan Kesehatan

"Dengan konsep integrated farming, masyarakat didorong mengembangkan tanaman pangan, peternakan kecil, dan perikanan dalam satu sistem yang saling mendukung sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemkot, Rabu (5/8).

Lomba kampung tangguh kota Jogja

Demi mendorong inovasi pemanfaatan lahan kawasan perkotaan, dinas menggelar Lomba Kampung Tangguh Pangan Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026.

Sukidi, mengatakan penyelenggaraan lomba ini bukan sekadar kompetisi antarkampung, melainkan bagian dari strategi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun budaya ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

"Lomba Kampung Tangguh Pangan kami hadirkan untuk mendorong masyarakat agar semakin kreatif memanfaatkan pekarangan dan ruang yang dimiliki," katanya

Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, lomba akan diikuti oleh seluruh kemantren di Kota Yogyakarta.

Setiap kemantren diwajibkan mengirimkan satu kampung sebagai peserta sehingga terdapat 14 kampung yang akan mengikuti proses penilaian.

"Peserta dapat mengusulkan minimal satu hingga maksimal tiga lokasi yang akan dinilai oleh tim juri," jelasnya.

Tahapan kegiatan diawali dengan penyampaian petunjuk teknis kepada wilayah kemantren dan penyuluh pertanian serta perikanan pada 1 Juli 2026 lalu.

Selanjutnya, pendaftaran peserta berlangsung pada 6–31 Juli 2026 melalui formulir daring.

Penilaian dijadwalkan dilaksanakan pada 5, 6, 11, 12, dan 13 Agustus 2026 di lokasi peserta yang tersebar di 14 kemantren, sementara pengumuman pemenang akan dilakukan pada Agustus 2026.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyiapkan hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan.

Baca Juga: Digitalisasi Bikin Pendapatan Kota Jogja Tembus Rp1 Triliun

Juara I akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta, Juara II Rp4,5 juta, Juara III Rp4 juta, Juara Harapan I Rp3,5 juta, serta Juara Harapan II Rp3 juta.

Sukidi berharap melalui Lomba Kampung Tangguh Pangan Tahun 2026 akan lahir semakin banyak kampung yang mampu menjadi contoh dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.