5 Fakta Menarik Upacara Bendera Pemkab Kulon Progo, Digelar di Alun-Alun Wates tanpa Tenda dan Kursi VIP

Akurat.co,Jogja-Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 Kabupaten Kulon Progo memancing perhatian luas masyarakat.
Cara Pemkab Kulon Progo menyelenggarakan yang membuat upacara bendera ini menjadi pusat perhatian.
Baca Juga: Manfaatkan Galon Bekas sebagai Media Tanam, Ibu di Kulon Progo Ukir Prestasi Tingkat Provinsi
Upacara dilakukan tanpa tenda kehormatan. Baik bupati, ASN, peserta, semua bersatu di bawah sinaran matahari di Alun-Alun Wates, Senin (17/8).
Sejumlah fakta menarik lainnya terungkap dari upacara bendera ini. Apa saja?
1. Tanpa tenda mewah dan kursi VIP
Baru kali ini upacara di level pemkab diselenggarakan dengan cara yang seperti ini.
Kalau biasanya ada tenda kehormatan, kursi VIP, Pemkab Kulon Progo malah tidak menyediakannya untuk upacara tahun ini.
Mengusung konsep "Satu Rasa, Satu Jiwa," semua peserta benar-benar satu rasa dan sejiwa.
2. Alasan di baliknya
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menjelaskan bahwa peniadaan fasilitas eksklusif bagi pejabat daerah sengaja dilakukan untuk meruntuhkan sekat sosial dan membangun empati di antara seluruh elemen masyarakat yang hadir.
"Untuk pelaksanaan di Kulon Progo, kami memakai konsep satu rasa, satu jiwa di mana kami semua berdiri sama tinggi, duduk sama rendah pada seluruh tamu undangan dan juga para peserta upacara," kata Agung.
3. Selama ini pejabat di tenda sejuk, peserta panas-panasan
Agung mengatakan, selama ini kerap terjadi jarak antara pejabat yang berada di tenda sejuk dengan peserta upacara yang berpanas-panasan.
Melalui konsep baru tersebut, kebersamaan batin dapat terbangun secara utuh.
"Motivasinya adalah untuk kita semua merasakan satu hal yang sama, jiwa kita tersambung dalam sebuah kebersamaan, dan tidak ada sekat antara satu peserta dengan seluruh peserta upacara yang lainnya," imbuhnya.
Baca Juga: Ungkapan Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo, Tertarik karena Gratis hingga Dicarikan Kerja
4. Menggugah solidaritas nasional
Rasa solidaritas nasional juga diwujudkan dalam momen hening sejenak di tengah rangkaian upacara.
Dipimpin langsung oleh bupati dengan doa yang dipanjatkan oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil, seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan keselamatan bangsa, secara khusus bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
5. Bupati, kapolres, dandim, anggota dewan panas bersama
Upacara benar-benar mencerminkan semangat satu rasa dan jiwa.
Di mana, bupati selaku inspektur, bersama Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko panas-panasan bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, sekretaris daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta tamu undangan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 4SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 7Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 8Gas Ke Honda Bikers Day 2026: Ratusan Bikers Jogja Siap ke Ambarawa
- 9Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 10SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal







