Miliki Ekosistem Perfilman yang Lengkap, Sleman Lolos Seleksi Nasional Menuju Kota Kreatif UNESCO

Akurat.co, Jogja - Kabupaten Sleman lolos seleksi nasional tahap II Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang film oleh Panselnas Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI.
Lewat ini, Kabupaten Sleman berkomitmen berkembang sebagai bagian dari jejaring kota film dunia melalui UCCN.
Termasuk memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pencalonan UCCN tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan predikat. Tetapi juga memastikan perkembangan industri film memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Dukung Pariwisata dan Properti di Sleman, PLN Pasok Listrik 1.110.000 VA
“Menuju UCCN bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagaimana ekosistem film yang kita bangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sleman,” kata bupati, Minggu (23/08/2026).
Sleman diarahkan menjadi daerah yang terbuka terhadap produksi film. Sekaligus mampu melahirkan karya yang memiliki peluang menembus pasar internasional.
Industri film dinilai memiliki kaitan dengan berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, pendidikan, pariwisata, kebudayaan hingga penciptaan lapangan kerja.
Untuk menuju UCCN, Sleman telah memiliki ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif yang cukup lengkap. Apa saja?
Baca Juga: Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
Studio animasi dan film.
Komunitas perfilman.
Perguruan tinggi dan SMK.
Lembaga pelatihan.
Lokasi produksi film.
Bioskop dan televisi lokal.
Tahun 2023, Sleman ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia subsektor Film, Animasi, dan Video berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor SK/102/DI.01.00/MK/2023. Sleman telah menjadi lokasi produksi film, termasuk Beyond Skyline pada 2017. Sleman juga menjadi salah satu lokasi penting penyelenggaraan JAFF dan JAFF Market, yang menjadi pasar film pertama dan terbesar di Indonesia.
"Modal tersebut menjadi fondasi untuk menjadikan Sleman semakin ramah terhadap produksi film dan investasi ekonomi kreatif," jelas bupati.
Baca Juga: Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
Lolosnya Sleman dalam seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi daerah dalam industri kreatif.
Pemkab Sleman menargetkan ekosistem perfilman yang terbuka, inklusif, kolaboratif, berkelanjutan dan memiliki daya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









