Pemilihan Lurah di Sleman Kembali dengan Coblosan, Kenapa Tidak E-Voting Lagi?

Akurat.co, Jogja - Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat (PMK) Kabupaten Sleman memilih mengembalikan sistem coblosan dalam pemilihan lurah serentak yang direncanakan akan digelar 2028 dan 2029 nanti.
Sebelumnya, pemilihan lurah di Sleman menggunakan sistem e-voting. Tepatnya di 2020 dan 2021 lalu.
Anggaran yang besar jadi alasan kenapa Dinas PMK memutuskan tidak lagi menggunakan e-voting.
"Dana yang dibutuhkan untuk e-voting setidaknya mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan coblosan, hanya Rp 40 miliar," kata Kepala Dinas PMK R Budi Pramono, Senin (09/03/2026).
Baca Juga: Lahan Pertanian Terus Berkurang, Sleman Dorong Pengembangan Pertanian Tradisional
Rencananya di tahun 2028 nanti pemilihan lurah serentak di 51 kalurahan. Sedangkan 2029 di 35 kalurahan.
Besarnya anggaran tersebut dijelaskan Budi, karena harus melakukan pengadaan ulang perangkat penunjang yang jumlahnya ribuan.
Seperti komputer layar sentuh dan printer thermal.
"Bagaimana dengan peralatan dari pilihan lurah 2020-2021? Sudah tidak lagi relevan digunakan. Selain itu juga telah dibagikan ke OPD," jelasnya.
Baca Juga: Bangga Berlebaran dengan Produk UMKM, Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng
Selain perangkat, juga harus ada pelatihan lagi terhadap petugas. Padahal saat ini sedang ada efisiensi anggaran.
"Kita perlu tenaga teknis khusus ketika melakukan e-voting. Disesuaikan dengan jumlah tempat pemungutan suara. Dan tentunya harus dilakukan bimbingan teknis," ungkapnya.
Meski kembali ke mekanisme coblosan, Budi memastikan proses demokrasi tetap bisa berjalan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis








