Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak menutup kemungkinan akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan.
Hal tersebut menyusul kategori siaga peringatan dini kekeringan meteorologis (Dasarian I Agustus 2026) yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) DIY.
BMKG DIY memprediksi, jika musim kemarau diprediksi akan lebih panjang dan kering akibat El Nino (kuat) dan berpeluang sampai Desember 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, saat ini Pemkab Sleman terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyinergikan langkah antisipasi serta memastikan kesiapan dalam menghadapi kekeringan. Termasuk pemenuhan logistik air dan sarana prasarana.
Baca Juga: Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
Pemkab Sleman juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang berlaku selama dua bulan. Terhitung mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
"Kami juga mengajukan tambahan anggaran melalui anggaran belanja tambahan untuk mengoptimalkan operasional droping air bersih ke wilayah terdampak total," katanya, Minggu (17/08/2026).
Sejauh ini BPBD Sleman telah menyalurkan air bersih di dua kapanewon terdampak. Bulan April di Kalurahan Girikerto Turi sebanyak 20 ribu liter.
Bulan Juli droping air bersih di Kalurahan Sumbersari Moyudan sebanyak 25 ribu liter dan 20 ribu liter untuk warga Girikerto Turi di bulan Agustus.
Baca Juga: BPBD Sleman Salurkan Bantuan Korban Cuaca Ekstrem
Jika kondisi kekeringannya semakin parah, pemerintah akan memperpanjang status siaga darurat untuk mengantisipasi kondisi yang lebih parah. Meski saat ini masih bisa tertangani dengan baik.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kapanewon Turi. Berada di lereng Gunung Merapi, ternyata daerah tersebut jadi wilayah yang mengajukan droping air bersih. Tepatnya sejak April lalu.
Padahal bulan April, Sleman masih berada di musim kemarau. Saat itu, Pemkab Sleman melakukan droping air karena aliran air tersumbat material yang runtuh. Setelah dilakukan perbaikan, aliran kembali lancar. Namun, saat masuk kemarau debit airnya berkurang.
Selain Turi, Kapanewon Moyudan juga masih sorotan karena termasuk wilayah yang mendapatkan droping air bersih. "Ada kerusakan pompa. Setelah diperbaiki, persoalan pasokan air telah teratasi," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 3Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 4Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 5Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 6Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 7LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 8Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 9Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 10Drawing Piala Liga Untungkan PSIM, Lawan Relatif Mudah









