Jogja

Cerita Warga Gunungkidul di Musim Kemarau, Tak Sanggup Lagi Memikul Air dari Lokasi Jauh

Haris Ma'ani | 30 September 2026, 07:04 WIB
Cerita Warga Gunungkidul di Musim Kemarau, Tak Sanggup Lagi Memikul Air dari Lokasi Jauh
Bantuan air bersih diberikan TNI dan Pemkab Gunungkidul, Selasa (29/9)-foto: pemkab gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Daerah Bendogede dan Jarak Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, saat ini menjadi salah satu wilayah yang paling parah mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut diakui salah satu warga Bendogede, Suwarno.

Krisis air bersih di wilayah tersebut dipicu oleh penurunan debit aliran air PDAM yang bersumber dari Gua Gilap hingga menyebabkan pasokan air ke rumah-rumah warga mengecil dan sering mati.

Baca Juga: Potret Warga Gunungkidul Antre Bantuan Air Bersih

Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan sumber mata air alami di sekitar pemukiman serta aliran jaringan pipa yang tidak merata.

"Kelangkaan air bersih menyulitkan warga saat penyelenggaraan acara hajatan juga," terang Suwarno.

Suwarno mengatakan, masyarakat merasa tidak sanggup secara fisik jika harus memikul dan mengambil air dari lokasi yang jauh.

Bantuan dari Pemkab dan TNI

Di tengah situasi tersebut, Pemkab Gunungkidul dan Kodim 0730/Gunungkidul memberikan bantuan.

Sebanyak 16 tangki air bersih disalurkan, melengkapi 8 tangki air yang telah disalurkan sebelumnya.

Komandan Kodim 0730, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, menyampaikan, selain memberikan bantuan, TNI juga mengupayakan solusi jangka panjang melalui pembuatan sumur bor dan pencarian sumber air bawah tanah.

Baca Juga: Perbarindo DIY Berikan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

“Program tersebut telah berhasil menemukan sumber air di wilayah Panggang pada kedalaman 9 meter, serta mengkaji potensi sungai bawah tanah seperti Gua Bribin dan titik potensial baru di wilayah Girisubo," jelasnya saat penyaluran bantuan, Selasa (29/9).

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pihaknya juga meminta warga menyediakan penampungan air umum di lokasi strategis seperti balai dusun, masjid, dan perempatan jalan agar warga lebih mudah mengakses air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.