Jogja

Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural

Haris Ma'ani | 12 Oktober 2026, 09:58 WIB
Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural
Kegiatan lomba mural pelajar Kota Jogja sepanjang akhir pekan kemarin. -foto: pemkot jogja

Akurat.co,Jogja-Tangan-tangan jail remaja usia pelajar kerap membuat tembok-tembok kota kotor melalui coretan yang tak pantas.

Padahal itu bisa jadi sebuah potensi seni, imajinasi, dan kreativitas.

Pemkot Jogja pun mencoba mengarahkan kreativitas dan imajinasi itu melalui sarana lomba mural HUT ke-270 Kota Jogja.

Kompetisi ini diikuti 74 tim dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Bantaran Kali Code Kini Dihiasi Mural Karya Seniman Yogyakarta dan Luar Kota

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengungkap, lomba dilaksanakan guna melatih anak-anak mengekspresikan kemampuan seninya sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang bagus, bagaimana Kota Yogyakarta ke depan bisa lebih baik lagi.

Budaya yang kuat, Kota Jogja yang bersih, kota yang berbudaya, dan sebagainya,” ujar Budi.

Menurutnya, lomba mural bukan sekadar ajang adu kreativitas, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan aksi nyata dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ini kan aksi nyata pelajar. Sekaligus P5 pembangunan moral, sekaligus ada pesan-pesannya disetiap gambar mereka,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Antonius Andro Putra, dari SMP Yohanes Bosco Yogyakarta mengungkap makna goresan yang dia kerjakan.

Ia mengangkat kisah seorang dalang yang bercerita tentang Yogyakarta melalui tokoh wayang dan simbol budaya.

“Temanya ada dalang, bercerita tentang Jogja. Di dalamnya ada wayang, ceritanya di dalam gunungan,” jelas Antonius.

Ia menjelaskan, gunungan dalam karyanya terdapat seseorang yang sedang membersihkan kawasan Pantai Parangtritis sambil bermain layang-layang.

Karya tersebut juga menampilkan aktivitas bermain gamelan serta tokoh Hanoman yang sedang membersihkan Jalan Malioboro dan kawasan di depan kantor.

Melalui perpaduan unsur tradisional dan pesan kebersihan, Antonius ingin menggambarkan kekayaan budaya Yogyakarta sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Zulfa Konita dari SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta mengangkat tema kebersihan lingkungan melalui ilustrasi isi kepala seseorang yang menggambarkan berbagai hal tentang Yogyakarta.

“Kami menggambarkan wajah seseorang dengan menampilkan isi pikirannya, kami gambar ada tugu, ada sungai code, kemudian sampah-sampah dan beberapa yang berusaha membersihkan sampah tersebut,” katanya.

Baca Juga: Saat Pelajar SMP Jogja Berkreativitas melalui Mural, Ada Tokoh Satria Penjaga Kebersihan dan Kebudayaan

Gagasan tersebut menjadi cara Zulfa menuangkan pandangannya tentang kota tempat ia tinggal, sekaligus menyampaikan pesan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat dimulai dari pemikiran dan kesadaran setiap individu.

Keren, kan imajinasi mereka?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.