Jogja

Bantaran Kali Code Kini Dihiasi Mural Karya Seniman Yogyakarta dan Luar Kota

M. Mubin Wibawa | 24 November 2025, 09:05 WIB
Bantaran Kali Code Kini Dihiasi Mural Karya Seniman Yogyakarta dan Luar Kota

Akurat.co,Jogja-Kreativitas warga Kota Jogja memang tak terbatas. Di bantaran Kali Code kini dihiasi mural karya seniman lokal.

Sepanjang mata memandang, tembok-tembok yang ada di bantaran Sungai Code kini penuh dengan mural dengan beragam warna dan makna.

Mural tersebut merupakan karya seniman yang berpartisipasi dalam Terban Mural Competition yang digelar di kawasan Lembah Mahannani, Terban, pada Minggu (23/11).

Juara pertama lomba mural diraih oleh Subki Mural Art (SMART), untuk juara kedua dan ketiga diraih oleh grup Kamis Wage dan Ungu. Serta Jauza Design dan Vangof Art meraih juara harapan 1 dan harapan 2.

Baca Juga: Saat Pelajar SMP Jogja Berkreativitas melalui Mural, Ada Tokoh Satria Penjaga Kebersihan dan Kebudayaan

Makna mendalam mural yang menjadi juara

Perwakilan tim Subki Mural Art (SMART), Hanif Choirunnisa, menjelaskan makna mural berangkat dari figur Semar sebagai simbol pemberi tuntunan.

“Ceritanya itu pertamanya ada Semar. Semar itu melambangkan sosok yang suka memberi wejangan.

Dia memberi wejangan karena banyak anak muda yang terlibat klitih atau pergaulan yang kurang baik. Nah, itu diminta untuk balik lagi ke asalnya, yaitu kebudayaannya Wong Jogja Ojo Lali Jogjane,” jelasnya.

Dalam mural tersebut, Semar digambarkan memeluk Tugu Jogja sebagai simbol menjaga nilai-nilai Jogja agar tetap lestari.

“Dilambangkan dengan gunungan juga. Semarnya memeluk Tugu Jogja artinya menjaga Jogja supaya tetap seperti Jogja sopan santun, budaya tari, gamelan, wayang, sampai kebersihan,” terang Hanif.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Ketua pelaksana Terban Mural Competition, Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempercantik kawasan tebing Lembah Kali Code sekaligus memberi ruang yang lebih terarah bagi para seniman mural.

“Ini kami adakan untuk mempercantik kawasan lembah atau tebing Kali Code agar tampak indah dari segala sisi.

Pesertanya kategori umum dan pelajar, tetapi penilaian kami satukan karena semuanya profesional. Sebnayak 50 persen peserta dari luar kota, 50 persen dari dalam kota, sehingga bisa dikatakan event nasional,” jelasnya.

Baca Juga: Dukung Kebebasan Berekspresi, UAJY Gelar Lomba Mural

Apresiasi dari wali kota

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengapresiasi kegiatan. Pihaknya menegaskan bahwa program seperti ini akan diteruskan dan diperluas.

Ia berharap mural di Terban dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai titik bantaran Sungai Code bahkan sungai lainnya.

“Harapan saya ini direplikasi. Bantaran Code sepanjang ini masih banyak yang harus dirawat, maka kegiatan seperti ini bisa diterapkan di tempat lain. Selama empat tahun saya akan mengawal agar kegiatan semacam ini terus dilakukan,” tegasnya.

Hasto mengaku salah satu karya yang paling berkesan baginya adalah mural hasil karya pelajar SMSR, yang dinilai memiliki detail kuat serta memuat pesan moral yang sejalan dengan tema kompetisi.

“Saya melihat karya anak SMSR yang sangat detail. Kemudian ada yang bertema Guyub Rukun Saklawase, Padang Latare, Resik Kaline itu bukan hanya menyuguhkan seni tapi juga pesan moral.

Karya yang memberi nilai seni, keindahan, sekaligus pesan moral, itu yang sangat berkesan bagi saya,” tuturnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.