Senator DIY Hilmy Muhammad: Air Harus Menjadi Strategi Pembangunan DIY

Akurat.co,Jogja-Anggota DPD RI asal DIY, Dr.H.Hilmy Muhammad, MA mengemukakan bahwa air harus menjadi strategi pembangunan di DIY ke depannya.
Sebagai bagian dari kebutuhan primer, Hilmy menyebut bahwa pengelolaan air harus menjadi bagian dari konsolidasi di pemerintahan DIY.
"Jangan lagi ego sektoral," katanya saat membuka Rapat Kerja Ketahanan Air Untuk Pembangunan Berkelanjutan DIY di Kantor DPD DIY, Selasa (13/10).
Baca Juga: Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
Rapat kerja dihadiri Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Opak, Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, dan OPD terkait di wilayah DIY.
Pemerintah DIY, kata dia harus mulai memikirkan bagaimana pembangunan ke depan tersebut memikirkan tentang keberlangsungan pemanfaatan air.
Karena air juga menjadi hajat hidup masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar, Hilmy pun ingin agar pemerintah DIY juga melakukan mitigasi dan antisipasi saat musim kekeringan terjadi.
"Jangan sampai rakyat menjerit, baru menangani," tutur senator dari Komite II DPD RI tersebut.
Data dari BPBD DIY menyebutkan 9,62 juta liter air sudah didistribusikan selama musim kemarau ini.
Gunungkidul menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan air bersih, sebanyak 4,41 juta selama periode 20 Juni-28 September 2026.
"Oleh karena itu, kita tidak ingin urusan air belum menjadi bagian solusi jangka panjang dan berkelanjutan," jelasnya.
Hilmy juga mengarisbawahi kesiapan DIY mengantisipasi potensi banjir saat musim penghujan mulai turun, yang diprediksi pada November besok.
"Bagaimana kesiapan pemerintah, jangan sampai risiko banjir terjadi saat musim hujan," jelasnya..
"Pengerukan sungainya bagaimana, drainase, tata ruang, dan seperti apa hukuman bagi yang membuang sampah sembarangan," imbuhnya.
Di bidang ketahanan pangan, Hilmy juga mengharapkan pembangunan di DIY juga memikirkan bagaimana pentingnya peran air.
"Lahan pertaninan membutuhkan asupan air. Target swasembada pangan tentu akan sulit dicapai kalau petani tidak mendapatkan air cukup," terangnya.
Baca Juga: Senator DIY Syauqi Soeratno Harapkan PSIM Bisa Berkandang di Mandala Krida Musim Depan
Di sisi lain, Hilmy juga menyoroti pengembangan sungai menjadi destinasi wisata di wilayah DIY yang belum optimal.
"Sepertinya di DIY itu orang baru datang ke sungai untuk mancing, tidak tidak ada yang dibuat industri wisata secara sungguh-sunguh," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Senator DIY Syauqi Soeratno Harapkan PSIM Bisa Berkandang di Mandala Krida Musim Depan
- 6Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 7Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural
- 8TKD DIY Anjlok Drastis, Dana Desa 2026 Dipangkas 74 Persen!
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural








