Dosen UMY Olah Limbah Minyak Jelantah jadi Sabun

Akurat.co,Jogja-Tim dosen UMY melakukan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomi.
Tim dosen UMY yang dipimpin Helen Dian Fridayani, Ph.D menjelaskan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan berisiko mencemari tanah dan air.
Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Agenda Global di Balik Perang AS dan Iran, Apa Itu?
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah menjadi sabun ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Pengelolaan limbah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini, dikutip pada Jumat (6/3/2026).
Terapkan konsep wastepreneurship
Pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah juga merupakan cara institusi pendidikan mengenalkan konsep wastepreneurship kepada masyarakat.
Konsep wastepreneurship yang diusung menekankan perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar pengelola limbah menjadi pelaku usaha berbasis inovasi lingkungan.
Model ini dinilai berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi desa sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Untuk mendorong konsep tersebut, tim dosen UMY sudah mengadakan workshop pembuatan sabun dari minyak jelantah di Desa Wisata Kaji (Dewi Kajii), Desa Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sabtu (28/2) lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Agile Wastepreneurship : Dari Sampah Menjadi Berkah” melalui Inovasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, yang mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, dengan masa pendampingan yang masih akan berjalan hingga akhir tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





