Jogja

Dosen UMY Olah Limbah Minyak Jelantah jadi Sabun

Haris Ma'ani | 6 Maret 2026, 07:02 WIB
Dosen UMY Olah Limbah Minyak Jelantah jadi Sabun
Ilustrasi sabun. (foto:unsplash/@aureliaduboisphotographie)

Akurat.co,Jogja-Tim dosen UMY melakukan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomi.

Tim dosen UMY yang dipimpin Helen Dian Fridayani, Ph.D menjelaskan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan berisiko mencemari tanah dan air.

Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Agenda Global di Balik Perang AS dan Iran, Apa Itu?

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah menjadi sabun ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Pengelolaan limbah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini, dikutip pada Jumat (6/3/2026).

Terapkan konsep wastepreneurship

Pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah juga merupakan cara institusi pendidikan mengenalkan konsep wastepreneurship kepada masyarakat.

Konsep wastepreneurship yang diusung menekankan perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar pengelola limbah menjadi pelaku usaha berbasis inovasi lingkungan.

Model ini dinilai berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi desa sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Untuk mendorong konsep tersebut, tim dosen UMY sudah mengadakan workshop pembuatan sabun dari minyak jelantah di Desa Wisata Kaji (Dewi Kajii), Desa Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sabtu (28/2) lalu.

Baca Juga: Pengembangan Pariwisata Gunungkidul Diminta Tak Tiru Bali, Pakar Pariwisata UMY: Tiap Daerah Miliki Kekhasan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Agile Wastepreneurship : Dari Sampah Menjadi Berkah” melalui Inovasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, yang mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, dengan masa pendampingan yang masih akan berjalan hingga akhir tahun 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.