Dari Insiden Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Pakar UMY Ungkap Pentingnya Budaya Keselamatan

Akurat.co,Jogja-Pakar Perkeretaapian UMY, Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi menekankan pentingnya budaya keselamatan.
Hal tersebut diungkapkannya menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
"Tanpa budaya keselamatan yang kuat, sistem secanggih apa pun tetap berpotensi mengalami kegagalan fatal," tegasnya.
Baca Juga: El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya
Oleh karena itu, seluruh pihak mulai dari operator, regulator, hingga masyarakat harus memiliki kesadaran risiko yang tinggi.
Ia menyebut, kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor krusial dalam operasional kereta api.
Setiap personel harus mampu mengidentifikasi bahaya dengan cepat dan mengambil keputusan tepat saat situasi kritis.
Selain itu, disiplin dalam menjalankan prosedur serta konsistensi evaluasi melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) sangat diperlukan untuk perbaikan berkelanjutan.
Prof. Sri Atmaja juga menekankan penggunaan prinsip fail-safe dalam sistem keselamatan modern.
"Prinsip ini menjamin bahwa kegagalan satu komponen tidak akan langsung memicu kecelakaan," terangnya dikutip dari laman resmi UMY, Selasa (5/5/2026).
Misalnya, melalui penerapan sistem interlocking dan pengereman berlapis sebagai langkah mitigasi risiko yang efektif.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Pakar Ekonomi UMY Soroti Ketergantungan Impor RI
Terkait penyebab kecelakaan di Bekasi Timur, Prof. Sri Atmaja meminta publik menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Investigasi ini penting untuk mengungkap akar masalah (root cause) secara objektif, baik dari aspek teknis maupun sistemik.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sebagai beban biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk perlindungan nyawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









