Jogja

UAJY Ajak Mahasiswa Internasional Kenali Kearifan Lokal dan Keberlanjutan

Atiek Widyastuti | 21 Agustus 2026, 19:27 WIB
UAJY Ajak Mahasiswa Internasional Kenali Kearifan Lokal dan Keberlanjutan
Mahasiswa mancanegara belajar menanam padi di sawah. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Cultural Visit Program bertema 3 Cities Local Wisdom for Sustainable Futures.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 9-12 Agustus 2026 di Yogyakarta ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Passage to ASEAN (P2A) yang bertujuan memperkuat pemahaman budaya, mendorong mobilitas mahasiswa, serta membangun kerja sama akademik antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.

Cultural Visit 2026 merupakan kolaborasi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Universitas Muria Kudus dan UAJY. Tema yang diambil adalah Exploring Urban, Industrial, and Cultural Conservation in Indonesia. Dimana Yogyakarta menjadi kota terakhir setelah Jakarta dan Kudus.

Baca Juga: Dosen UAJY Raih Hibah RIIM BRIN untuk Kembangkan Wisata Inklusif di Yogyakarta

Rangkaian kegiatan di Yogyakarta dibuka di Desa Wisata Kebonagung, Kabupaten Bantul. Disana peserta mengikuti welcoming ceremony yang memperkenalkan kearifan lokal masyarakat. Mulai dari mencicipi makanan dan minuman tradisional Jawa, nggebyok (merontokkan padi), nutu (menumbuk padi), hingga aktivitas pertanian seperti membajak sawah, menanam padi, dan menangkap bebek. Peserta juga berkesempatan memainkan gamelan bersama warga.

Wakil Kepala Bidang Kerja Sama Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY, Lucia Dwi Rini Harjanti, menyambut hangat kedatangan para peserta. Ia berharap para peserta memperoleh kenangan yang indah selama di Yogyakarta ini.

“Kami telah menyiapkan beberapa program untuk peserta. Saya berharap seluruh peserta akan menikmati dan mendapatkan kenangan indah dari Yogyakarta,” katanya, Jumat (21/08/2026).

Sorasak Lithito peserta asal Thailand yang berkuliah di Universitas Muria Kudus mengungkapkan keseruan yang telah ia lalui di sepanjang hari.

Baca Juga: 9 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY

"Hari ini menjadi pengalaman yang sangat baru dan menarik bagi saya. Saya belajar tentang kehidupan sehari-hari petani lokal, khususnya cara mereka menanam padi. Saya juga berkesempatan belajar memainkan alat musik tradisional Jawa. Pengalaman ini sangat menyenangkan dan berkesan,” jelasnya.

Selanjutnya peserta mengikuti campus tour di UAJY yang dilanjutkan dengan dua sesi diskusi. Sesi pertama menghadirkan Wenefrida Mahestu Noviandra Krisjanti, dengan materi Nature as an Attraction for Tourism Business.

Sesi kedua menghadirkan Aprilia Stefany Leliak, dengan materi Environmental Conservation for Tourism from a Legal Perspective.

Wenefrida menjelaskan, pemanfaatan alam sebagai daya tarik pariwisata perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep pariwisata berbasis alam tidak hanya berkaitan dengan menikmati keindahan alam, tetapi juga bagaimana lingkungan dapat dilindungi dan masyarakat turut dilibatkan dalam pengembangannya.

“Gagasannya bukan hanya tentang alam, tetapi bagaimana kita melindungi lingkungan, melibatkan masyarakat, dan menjaga alam,” jelasnya.

Baca Juga: FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa

Dalam sesi kedua, peserta diajak memahami hubungan antara perkembangan pariwisata, pembangunan ekonomi, dan aspek hukum dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Aprilia, bahwa keberadaan hukum bukan dimaksudkan untuk menghambat perkembangan pariwisata, melainkan memastikan agar pengembangannya tetap memperhatikan tanggung jawab dan prinsip keberlanjutan.

Peserta mendapatkan materi Conservation and Preservation of Marine Ecosystems yang disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Teknobiologi (FTb) UAJY, Monika Ruwaimana, Ph.D.

Setelah sesi diskusi, peserta mengunjungi Kampung Wisata Taman Sari, Kota Yogyakarta, untuk belajar membuat batik bermotif lingkungan. Rangkaian hari ketiga ditutup dengan kegiatan konservasi tukik di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul.

Rangkaian Cultural Visit Program ditutup di UAJY melalui sesi sharing and discussion. Peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti rangkaian program di Jakarta, Kudus dan Yogyakarta.

Terry, peserta asal Malawi menyampaikan, rangkaian kegiatan di Yogyakarta memberikan pengalaman baru mengenai ekowisata, konservasi, serta pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Selama tiga hari terakhir ini, kami telah belajar tentang ekowisata, perspektif legalnya, dan tentang konservasi dengan hewan. Saya memiliki pengalaman yang sangat bagus, dan jika ada kesempatan di masa depan seperti ini, saya ingin menjadi bagian dari itu juga,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.