Mahasiswa UGM Kembangkan Indikator Kesegaran Daging Ayam dari Bahan Sagu dan Ubi Ungu

Akurat.co,Jogja- Lima mahasiswa UGM mengembangkan indikator kesegaran daging ayam dari sagu dan ubi ungu.
Inovasi yang dinamakan Seftin, edible film indikator kesegaran pangan berbahan alami ini dapat mendeteksi kesegaran daging ayam melalui perubahan warna.
Inovasi yang dikembangkan mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) ini memanfaatkan pati sagu dan ekstrak antosianin dari ubi ungu sebagai bahan utama.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Tempat Sampah Tenaga Surya di Kepulauan Seribu
Seftin dikembangkan untuk membantu masyarakat memantau kesegaran daging ayam secara lebih objektif, praktis, dan mudah digunakan.
Seftin dikembangkan oleh Novita Nurul Latifa, Nabila Aurora Banuwati, Nabila Putri Herviana, dan Andinar Zahranayla Y., mahasiswa dari Fakultas Farmasi, serta Asa Nanda Fitria mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian.
Bagaimana cara kerjanya?
Ketua tim, Novita Nurul Latifa, menuturkan bahwa mekanisme kerja untuk mengetahui tingkat kesegaran daging ayam cukup sederhana, yakni dengan melihat perubahan warna pada edible film yang kemudian dicocokkan dengan stiker skala warna yang telah terintegrasi pada indikator.
"Tingkat kesegaran pangan dapat dideteksi melalui perubahan warna pada edible film, kemudian warna tersebut dicocokkan dengan stiker skala warna yang sudah terintegrasi pada indikator.
Jadi, pengguna bisa mengetahui kondisi kesegaran pangan secara real time hanya dengan melihat perubahan warnanya,” ungkapnya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (26/8).
Untuk meningkatkan kepraktisan dan kemudahan penggunaan, Seftin dikembangkan dalam bentuk stiker.
Stiker tersebut dapat ditempelkan pada tutup kemasan, seperti kemasan thinwall, sehingga indikator perubahan warna dapat tetap terlihat dari luar tanpa pengguna perlu membuka kemasan.
Hasil pengujian menunjukkan edible film berbasis pati sagu dengan penambahan ekstrak antosianin ubi ungu mampu menunjukkan perubahan warna secara konsisten seiring dengan menurunnya tingkat kesegaran daging ayam.
Perubahan warna tersebut terjadi karena antosianin memiliki sifat yang peka terhadap perubahan pH sehingga dapat merespons secara visual perubahan kondisi kimiawi pada permukaan daging selama penyimpanan.
Novita mengatakan, pada tahap pengembangan saat ini Seftin masih difokuskan untuk mendeteksi tingkat kesegaran daging ayam.
Namun, inovasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan pada berbagai jenis pangan berprotein tinggi lainnya.
“Saat ini, Seftin baru dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kesegaran daging ayam, tetapi berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut ke jenis pangan berprotein tinggi lainnya,” tuturnya.
Pengembangan inovasi Seftin ini dilatarbelakangi oleh tingginya konsumsi daging ayam ras di Indonesia.
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap 75 Persen Sampah Rumah Tangga Berakhir di TPA, Padahal Miliki Potensi Biomassa
Pada tahun 2025, tercatat konsumsi daging ayam ras mencapai 13,60 kg per kapita per tahun, sementara ketersediaannya mencapai 15,29 kg per kapita per tahun.
Tingginya konsumsi dan ketersediaan tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan mutu yang baik mengingat daging ayam merupakan bahan pangan yang mudah rusak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









