Jogja

UMY Buktikan sebagai Kampus Hijau, Pasang Solar Panel hingga Miliki Pengolahan Sampah Sendiri

Haris Ma'ani | 21 September 2026, 10:03 WIB
UMY Buktikan sebagai Kampus Hijau, Pasang Solar Panel hingga Miliki Pengolahan Sampah Sendiri
Pengelolaan sampah yang dilakukan sendiri oleh UMY. -foto: dok.UMY

Akurat.co,Jogja-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuktikan sebagai kampus hijau.

Hal tersebut diwujudkan dengan pemasangan solar panel di gedung-gedung baru.

UMY juga membuat 1.000 titik biopori di kawasan parkir. Pengelolaan sampah tak berhenti di situ.

Ada juga rumah sampah yang mengolah limbah tanpa menyisakan buangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga: Pakar UMY Soroti Anggaran BNPB yang Turun di Tengah Tingginya Risiko Bencana

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin menjelaskan sejumlah infrastruktur fisik telah dan tengah dibangun untuk mendukung capaian tersebut.

Sosok yang akrab disapa Arin ini menyebut solar panel menjadi prioritas pada pembangunan gedung baru ke depan.

“Dalam gedung-gedung yang baru itu nanti akan menggunakan solar panel, jadi sudah tidak berbasis listrik konvensional,” ujar Arin dikutip dari laman resmi UMY, Senin (21/9).

Di sisi pengelolaan sampah, Arin mengklaim bahwa UMY sudah tidak lagi bergantung pada TPA. Sampah organik maupun anorganik diolah secara mandiri melalui fasilitas yang disebut rumah sampah.

“Kita sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dan tidak tergantung pada TPA lagi.

Tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA, karena kita sudah punya rumah sampah yang menghasilkan kompos,” ungkap dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini lagi.

Selain rumah sampah, UMY tengah membangun lahan integrated farming di kawasan Ngrame, Kasihan. Lahan ini nantinya berfungsi mengelola sampah plastik maupun organik secara terpadu.

Menurut Arin, UMY bahkan tengah merancang teknologi untuk mengubah sampah organik menjadi sumber listrik skala kecil, misalnya untuk mengisi daya ponsel.

“Pengelolaan air pun turut menjadi perhatian. Air bekas wudhu di masjid kampus dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Sementara sebagian kebutuhan penyiraman lainnya memakai air dari telaga buatan di lingkungan kampus,” imbuh Arin.

Baca Juga: Seruan Boikot Bank Mandiri, Pakar UMY: Belum Bisa Disimpulkan Penarikan Dana Massal

Langkah ini ditempuh agar kampus tidak boros air dan mampu menjaga ketersediaan sumber daya air dalam jangka panjang.

Sederet transformasi fisik ini menjadi wajah nyata di balik capaian UMY meraih peringkat 12 nasional dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.