Jogja

LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja

Atiek Widyastuti | 7 Oktober 2026, 13:25 WIB
LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
Bangun aset sejak muda tak perlu menunggu gaji besar. Simak cara Gen Z memanfaatkan waktu, kebiasaan, dan kompetensi untuk masa depan. - Ilustrasi: Gemini Google

Akurat.co, Jogja - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Gadjah Mada (LSP UGM) melaksanakan sertifikasi kompetensi perdana dengan penyaksian uji (witness) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terhadap 28 skema sertifikasi.

Kegiatan diikuti 47 asesi yang tersebar di tujuh Tempat Uji Kompetensi (TUK) di lingkungan UGM. Pelaksanaan witness menjadi bagian dari proses Penambahan Ruang Lingkup (PRL) sekaligus penjaminan mutu sertifikasi kompetensi yang dilakukan LSP UGM.

Ketua LSP UGM Setyawan Bekti Wibowo mengatakan, penambahan skema tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi asesi tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi perdana dengan penyaksian uji (witness) terhadap 28 skema baru ini menunjukkan keseriusan LSP UGM dalam menjaga standar mutu dan relevan terhadap perkembangan dunia kerja.

Ia menyebutkan, 28 skema baru yang kini tersedia mencakup berbagai bidang kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman. Dengan ditetapkannya skema-skema ini, LSP UGM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, kompetitif, dan bersertifikat secara nasional maupun internasional.

Baca Juga: Sharing GM PLN DIY dengan Mahasiswa UGM, Dunia Kerja Butuh Manusia Berintegritas

“Perluasan skema sertifikasi juga diharapkan dapat semakin banyak memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi mahasiswa dan tenaga profesional, sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia unggul,” ungkapnya, Rabu (07/10/2026).

Tim BNSP berkesempatan penyaksian langsung di sejumlah TUK untuk mengamati pelaksanaan asesmen dan memastikan proses sertifikasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Dalam proses tersebut, tim BNSP melakukan pengamatan terhadap sejumlah aspek, mulai dari kelengkapan dokumen, kesesuaian prosedur asesmen, hingga kesiapan sumber daya pendukung.

Penyaksian ini dilakukan untuk memastikan proses sertifikasi yang dijalankan LSP UGM memenuhi standar dan dapat memberikan hasil asesmen yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro, sertifikasi profesi menjadi salah satu upaya UGM untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. UGM akan terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui sertifikasi profesi.

Baca Juga: Pakar UGM: Pemerintah Miliki Keterbatasan Fiskal Selenggarakan Kuliah Gratis

“Kami percaya, lulusan yang kompeten dan bersertifikat menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan nasional,” katanya.

Penambahan 28 skema baru dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas akses sertifikasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Karena menurutnya, pemastian standar mutu melalui proses seperti witness menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di lingkungan UGM.

Bagi UGM, penguatan ekosistem sertifikasi profesi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi saat ini, tetapi juga membangun kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. “Dengan jaringan TUK yang tersebar di berbagai fakultas dan unit, LSP UGM berupaya memperluas layanan sertifikasi bagi mahasiswa maupun tenaga profesional di lingkungan universitas,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.