Jogja

Dosen UAJY Raih Hibah AEIF 2026, Siap Garap Youthpreneur Lab Berbasis AI

Atiek Widyastuti | 12 Oktober 2026, 10:12 WIB
Dosen UAJY Raih Hibah AEIF 2026, Siap Garap Youthpreneur Lab Berbasis AI
Dosen FISIP UAJY, Desideria Cempaka Wijaya M. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Desideria Cempaka Wijaya M meraih Alumni Engagement Innovation Fund (AEIF) 2026 dari United States Department of State.

Hibah internasional ini diperoleh melalui proposal program pelatihan kewirausahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi 60 pengusaha di Indonesia, yang berjudul Youthpreneur Lab. 

Program ini melibatkan tiga perguruan tinggi dengan Desideria sebagai ketua tim. Bersama Lani Hartanti, Wakil Rektor I Universitas Katolik Widya Mandala dan William Sandy, Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Bisnis Sabda Setia.

Dari total 60 peserta, sebanyak 20 peserta yang mengikuti program pelatihan ini berasal dari UAJY. Melibatkan mahasiswa, alumni, maupun mitra FISIP UAJY. Ketiganya memiliki minat yang sama dalam pengembangan inovasi dan kerja sama dengan mitra industri. Termasuk gagasan mengenai Innovation Hub.

Baca Juga: MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI

Pelaksanaan program ini berlangsung selama 6 bulan mulai dari Oktober 2026 hingga Februari 2027. Kegiatan diawali dengan pelatihan di Surabaya bersama Consulate General of The United States, kemudian dilanjutkan dengan proses inkubasi di masing-masing perguruan tinggi.

Program akan ditutup dengan pameran hasil pengembangan produk pada Februari 2027 di Consulate General of The United States, Surabaya. 

Desideria menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan AI. Tetapi juga mendorong peserta mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam membangun usaha. Ia berharap agar program pengembangan Innovation Hub ini dapat terus dilanjutkan pada masing-masing universitas. 

“Tujuan untuk Indonesia adalah untuk mempunyai entrepreneur-entrepreneur yang punya literasi AI. Yang bisa mengembangkan endless creativity, endless innovation dengan mempergunakan AI,” jelasnya, Senin (12/10/2026). 

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura

Bagi Desideria, perolehan AEIF 2026, tidak hanya menjadi pencapaian personal tetapi juga menjadi kesempatan bagi UAJY untuk memperluas jejaring dengan ekosistem pendidikan, industri dan perusahaan di Amerika Serikat. 

Ia memandang keberhasilan memperoleh hibah internasional tersebut sebagai hasil dari proses trial and error dalam pengajuan berbagai hibah pada tahun-tahun sebelumnya.

Kegagalan dalam proses sebelumnya justru menjadi pembelajaran untuk memperbaiki gagasan dan strategi pengajuan hibah. “It's okay to fail because as long as you learn from your failure, itu menjadi sebuah aset buat kamu,” tegasnya.

Desideria berharap, kedepannya Youthpreneur Lab dapat menjadi langkah pengembangan Innovation Hub di masing-masing perguruan tinggi. Melalui keberlanjutan program tersebut, UAJY diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan entrepreneur, UMKM, dan mitra industri agar menciptakan ruang inovasi yang saling berkontribusi. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.