5 Fakta Menarik Sleman Temple Run 2025, Bakal Diikuti Peserta dari 21 Negara, Peserta Menyusuri Candi-candi Eksotis

Akurat.co, Jogja-Event lari bertaraf internasional Sleman Temple Run akan kembali digelar pada 10 Agustus 2025 mendatang.
Sejumlah fakta menarik bakal tersaji dari event besar yang akan menambah daya tarik Jogja sebagai destinasi wisata olahraga.
Apa saja?
1. Diikuti 21 negara
Dalam penyelenggaraannya yang kesepuluh ini, Sleman Temple Run akan dihadiri oleh pelari dari 21 negara.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan pada penyelenggaraan tahun 2024 lalu, Sleman Temple Run diikuti oleh peserta asing dari 15 negara.
Tahun ini, Dinas Pariwisata Sleman selaku penyelenggara pasang target peserta asing berasal dari 21 negara.
Baca Juga: Lari Sambil Melewati 5 Bangunan Candi? Yuks Ikut Sleman Temple Run 2025...
Peserta asing dari 15 negara di antaranya Belarusia, Colombia, Rusia, Timor Leste, Palestina, Polandia, Sudan, Yaman, Thailand, Pakistan, Cambodia, Belanda, Jerman serta Gambia.
2. Masuk agenda lari internasional
Zayid membeberkan saat ini Sleman Temple Run telah masuk kedalam agenda lari internasional. Ada daya tarik tersendiri bagi peserta yang akan ikut di Sleman Temple Run 2025 ini.
“Keberadaan candi-candi menunjukkan Sleman dulu merupakan daerah gemah ripah loh jinawi, pusat peradaban manusia masa lalu. Ke depan kita lestarikan untuk memberikan semangat, inspirasi dan edukasi,” tutur Zayid.
3. Candi-candi sebagai daya tarik wisata
Zayid membeberkan Sleman Temple Run 2025 yang akan digelar Minggu 10 Agustus 2025 di Kompleks Candi Banyunibo selain untuk memberikan wadah bagi para pelari lewat branding sport tourism, juga mengenalkan keberadaan candi-candi sebagai daya tarik pariwisata.
“Sleman Temple Run satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi dilengkapi dengan suguhan pemandangan indah serta kekayaan budaya dan kesenian tradisi masyarakat lokal,” jelas Zayid.
4. Semua peserta akan memasuki Candi Ratu Boko
Zayid merinci hal yang membedakan dengan tahun lalu adalah semua peserta baik itu kategori 7 kilometer, 15 kilometer dan 30 kilometer masuk Candi Ratu Boko.
"Start dan finish dari Candi Banyunibo di wilayah Bokoharjo, peserta melewati enam candi di antaranya Candi Barong, Candi Miri dan Candi Ijo," terang Zayid.
"Pembeda lainnya logo jersey maupun medali menggunakan gambar Candi Boko. Logo sebelumnya Candi Prambanan. Tujuannya supaya wisatawan lebih mengenal Candi Boko," urai Zayid.
Zayid membeberkan diambilkan icon Candi Borobudur ini diharapkan agar kunjungan wisatawan ke Candi Boko lebih banyak.
5. Peserta akan mendapatkan ITRA point
Sedangkan Race Director Sleman Temple Run 2025 Roostian Gamananda menjelaskan event yang bekerja sama Trail Runners Yogyakarta itu sudah memperoleh rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan sudah terdaftar di International Train Running Association (ITRA).
“Peserta yang bisa menyelesaikan rute akan mendapatkan ITRA Point,” tutup Roostian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 4Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot
- 9Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 10Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...









