Jogja

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Rahasia Bisa Menang Lawan Bali United

Yudi Permana | 22 September 2025, 09:33 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Rahasia Bisa Menang Lawan Bali United

Akurat.co,Jogja-Kemenangan PSIM Yogyakarta atas Bali United akhir pekan kemarin, patut disyukuri fans setia.

Bermain di kandang lawan, Stadion Kapten I Wayan Dipta, PSIM sebenarnya sudah tertinggal lebih dahulu melalui penalti tuan rumah yang dicetak Mirza Mustafic di menit ke-21.

Tetapi, Raka Cahyana menyamakan keadaan pada menit ke-34. Sebelum turun minum, Ezequiel Vidal membuat PSIM memimpin 2-1.

Menurut kiper Cahya Supriadi rekan setimnya pantas mendapat apresiasi tinggai atas kinerja berjuang membalikkan keadaan.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Bali United vs PSIM Jogjakarta Hari Ini, Live di Indosiar

“Pertama-tama, saya ucapkan syukur. Hari ini pertandingan yang sulit karena di babak pertama kita tertinggal 1-0. Saya mengapresiasi teman-teman semua yang sudah bekerja keras. Untuk ke depannya, mungkin kita harus terus konsisten,” tutur Cahya saat konferensi pers.

Laskar Mataram menambah skor menjadi 3-1 melalui Anton Fase di menit ke-39.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel mengaku bangga dengan performa anak asuhnya yang mampu menjalankan strategi dengan baik.

“Saya sangat bangga dengan performa tim hari ini. Kita bisa bertahan dengan bagus, kemudian di babak pertama penguasaan bola juga sedikit lebih bagus. Saya pikir kita harusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.

Menurutnya, kunci kemenangan malam itu adalah kemampuan tim meredam strategi tekanan tinggi yang coba diterapkan Bali United.

“Ketika mereka mencoba menaikkan lini pertahanannya, maka banyak celah di belakang yang bisa kita manfaatkan, dan hal itu kita lakukan dengan baik,” jelas Van Gastel.

Pelatih asal Belanda juga menambahkan bahwa kemenangan ini adalah buah dari pembelajaran dari laga sebelumnya.

Baca Juga: Cetak Gol Pertamanya untuk PSIM, Anton Fase: Saya Tidak Suka Kekalahan

Pengalaman melawan Borneo menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam hal pengambilan keputusan di momen krusial.

“Saya tekankan, saya benci kekalahan. Waktu lawan Borneo, kita bisa mengontrol pertandingan, tapi pengambilan keputusannya kurang bagus.

Dari situ kita melakukan peningkatan dan kita buktikan hari ini kalau kita bisa tampil bagus dan memenangkan pertandingan,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.