Hari Ibu, Pemain PSIM Iksan Chan Kenang Peran Luar Biasa Sang Nenek Membesarkan Dirinya

Akurat.co,Jogja-Pada momen Hari Ibu, 22 Desember 2025, pemain PSIM, Iksan Can mengenang peran neneknya dalam membesarkannya.
Kebersamaan Iksan dan neneknya terjalin erat sejak pemain sayap PSIM ini duduk di bangku TK.
Sang nenek, bernama Kartini, dengan setia mengantar jemput cucunya menggunakan sepeda onthel setiap pagi dan menunggu hingga jam sekolah usai.
“Nenek dalam hidup saya perannya paling penting. Apalagi dalam karier sepak bola saya,” ujar Iksan mengenang masa kecilnya.
Baca Juga: Jalani Dua Laga Uji Tanding, PSIM Tak Mau Terlena dengan Papan Klasemen
Sang nenek begitu menyayanginya. Demi membelikan sepatu bola pertama untuk sang cucu, nenek Iksan rela bekerja menyeterika baju.
Segala daya upaya dikerahkan Kartini agar sang cucu bisa menyalurkan bakatnya di lapangan hijau.
Sang nenek bahkan rela meminjam uang demi membelikan Iksan sepatu baru, saat sepatu lamanya jebol.
“Apapun yang saya minta dari kecil pasti diusahakan nenek walaupun nenek kadang enggak punya uang, tapi pasti diusahakan,” ungkap pemain kelahiran 1 Mei 2004 tersebut.
Dukungan materi berjalan beriringan dengan penanaman nilai disiplin yang kuat. Kartini sangat tegas mengingatkan kewajiban ibadah di tengah padatnya jadwal latihan Iksan sejak usia dini.
Iksan tidak boleh melalaikan kewajiban salat, meski telah lelah berlatih fisik.
Ketegasan inilah yang kemudian membentuk karakter Iksan menjadi pribadi disiplin hingga menjadi pemain sepak bola profesional.
“Nenek saya enggak kejam, tapi dia tegas. Ya itu salah satunya tentang salat,” kata pemain asal Medan ini.
Kini jarak memisahkan dua insan ini karena Iksan harus membela Laskar Mataram di Yogyakarta.
Komunikasi selalu terjalin selepas Maghrib untuk melepas rindu, meski hanya lewat sambungan telepon.
Sang nenek selalu memastikan kondisi cucunya, mulai dari pertanyaan seputar latihan hingga mengingatkan makan.
Suara Kartini di ujung telepon menjadi penguat mental Iksan setiap hari, khususnya juga sebelum bertanding.
“Habis Maghrib pasti nenek menelepon. Kadang nenek cuma tanya gimana latihan tadi, sudah makan apa belum,” tutur Iksan.
Berada jauh dari neneknya, Iksan khawatir dengan kondisi kesehatan neneknya di Medan. Hal ini yang memotivasinya untuk terus berlatih agar menembus skuad utama PSIM, dan bisa ditonton oleh neneknya di televisi nasional.
Bayangan hidup tanpa sosok yang telah merawatnya sejak kecil menjadi mimpi buruk bagi Iksan. Ia selalu berdoa agar wanita kesayangannya itu senantiasa diberi kesehatan.
Baca Juga: Lampu Penuhi Standar, PSIM Siap Gelar Laga Malam Hari di Stadion Sultan Agung
Ucapan dan Doa Iksan di Hari Ibu
Pada momen Hari Ibu ini, Iksan mempersembahkan rasa terima kasih mendalam atas segala pengorbanan Kartini.
Segala pencapaian kariernya di PSIM Jogja didedikasikan sepenuhnya untuk perempuan yang telah membesarkannya itu.
“Terima kasih untuk nenek atas perjuangannya selama ini untuk membesarkan saya dan mendukung cita-cita saya, hingga bisa jadi pemain sepak bola seperti sekarang,” tutur Iksan berkaca-kaca.
Meski neneknya adalah sosok ibu dalam hidup Iksan, ia tak melupakan ibu yang telah melahirkannya.
Walaupun sedari kecil tidak tinggal bersama, Iksan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan sosok yang ia panggil mama tersebut.
“Nenek dan mama adalah dua orang paling penting bagi saya. Sampai saat ini, nenek dan mama selalu mendukung saya dalam hal apapun,” kata Iksan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









