Mengenal Olahraga Catur Gajah yang Kini Mulai Tren di Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Padel baru saja booming, kini warga Yogyakarta dikenalkan lagi dengan olahraga catur gajah atau Xiangqi.
Tren olahraga catur gajah menguat di daerah Yogyakarta. Bahkan saat ini telah terbentuk Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) DIY melalui Surat Keputusan Pusat pada 31 Oktober 2025 lalu.
Ketua Umum KONI sekaligus Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X memberikan apresiasi dan dukungan karena hadirnya Xiangqi turut menambah keberagaman cabang olahraga, serta terdapat pilihan bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi dan minat.
Baca Juga: BSI-KONI DIY Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Pemberdayaan UMKM melalui Olahraga
"Saya matur nuwun, jadi ada yang namanya keberagaman dan setidaknya ada pilihan untuk masyarakat," ujar Sri Paduka saat pertemuan dengan Pengurus PEXI DIY di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (18/11).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal PEXI DIY untuk memperkenalkan organisasi, sekaligus meminta arahan terkait proses bergabungnya cabang olahraga Xiangqi dalam struktur pembinaan KONI DIY.
“Jadi kita sebagai Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi, Indonesia, yaitu Catur Gajah. Kita kan sudah masuk ke KONI, sehingga kita sowan ke Ketua KONI DIY untuk minta pengarahan bagaimana Pengprov PEXI ini bisa bergabung ke KONI DIY,” terang Ketua Umum Pengurus Provinsi PEXI DIY, Agus Handoko.
Apa itu catur gajah?
Agus juga memperkenalkan Xiangqi kepada publik yang mungkin belum familier.
Ia menjelaskan bahwa Xiangqi memiliki kemiripan dengan catur konvensional, namun tetap memiliki karakter dan aturan khas.
Menurutnya, permainan ini hampir sama dengan catur konvensional, hanya kita memang ada sedikit perbedaan yaitu di papannya dan aturan-aturannya memang sedikit berbeda.
Baca Juga: Peminat Olahraga Padel di DIY Semakin Banyak
Kalau bidaknya sama 16, jadi ada khusus. Seperti papannya misalnya, papan di catur biasa itu 8x8, 8 kotak. Kalau di Xiangqi 9x10 garis.
"Jadi kita mainnya di pertemuan garisnya, kalau di catur biasa itu di kotaknya, di dalamnya,” terang Agus.
Meski baru berdiri, Agus menyampaikan antusiasme masyarakat mulai tampak dari banyaknya peminat yang sudah menyampaikan ketertarikan.
Untuk mewadahi komunitas, PEXI DIY telah membuka latihan rutin mingguan.
“Dan kita latihan seminggu hanya sekali, di Kelenteng Poncowinatan, jam 1 siang sampai jam 3. Kita menerima bebas, gratis," tutup Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 6Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 7Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 8Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 9Datangi DPRD DIY, Aktivis Turunkan Foto Wapres
- 10Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis





