Jogja

Bantuan Hukum Gratis Sleman, Inovasi BAHU TEMAN Masuk Nominasi SDGs

Atiek Widyastuti | 4 November 2026, 17:45 WIB
Bantuan Hukum Gratis Sleman, Inovasi BAHU TEMAN Masuk Nominasi SDGs
Tim Penilai Indonesia SDGs Action Awards saat meninjau program Bahu Sleman. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Kabupaten Sleman menerima kunjungan lapangan dari dari Tim Penilai Indonesia SDGs Action Awards terhadap program unggulan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin Kabupaten Sleman atau 'BAHU TEMAN', Rabu (04/11/2026).

General Manager PT Surveyor Indonesia sekaligus pemimpin tim verifikasi, Bhakti Endratama mengatakan, kunjungan ini difokuskan untuk melakukan verifikasi lapangan.

Termasuk meregresi data guna melihat secara langsung keseriusan dan komitmen Pemkab Sleman dalam merealisasikan program bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

Bhakti Endratama mengungkapkan, program BAHU TEMAN merupakan bagian dari implementasi gerakan nasional Internet Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) yang telah berjalan memasuki tahun kelima sejak diinisiasi pada 2022.

Baca Juga: Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan

Gerakan nasional ini diinisiasi oleh PT Surveyor Indonesia (Persero) bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), serta berada di bawah supervisi langsung Kementerian PPN/Bappenas.

"Program ini menyentuh aspek yang paling mendasar bagi masyarakat dengan memastikan bahwa tidak ada warga yang kehilangan hak atas keadilan hanya karena kendala finansial dalam membayar jasa hukum," katanya.

Lebih lanjut, ia berharap penilaian dan verifikasi ini dapat mendorong program BAHU TEMAN. Dimana program ini sebelumnya telah masuk dalam jajaran nominasi kuat, untuk terus berkembang dan mencapai hasil optimal.

Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani memaparkan secara komprehensif mengenai substansi dan kerangka kerja program BAHU TEMAN di hadapan tim penilai.

Baca Juga: Didukung Srikandi PLN, KWT di Sleman Kembangkan Kerupuk Susu Kambing

"Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat miskin dan rentan terhadap keadilan akibat hambatan biaya, pemahaman hukum, serta keterjangkauan layanan bantuan hukum," ungkapnya.

Program ini secara khusus berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutamanya pada Tujuan ke-16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Lebih lanjut dijelaskan, program BAHU TEMAN dilaksanakan sebagai implementasi nyata dari Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 13 Tahun 2020 tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin.

Dalam alur pelayanannya, program ini memanfaatkan sistem digital untuk mempermudah masyarakat dalam mengajukan permohonan, yang kemudian diverifikasi secara transparan dan tepat sasaran.

Berdasarkan data capaian hingga tahun 2025, program ini telah sukses memberikan layanan bantuan hukum kepada 524 orang masyarakat miskin dan rentan di Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Sleman dan Bantul Sudah Musda, Golkar Gunungkidul Justru Mandek

Keberhasilan ini tidak lepas dari kuatnya kerja sama dan kolaborasi lintas sektor yang dibangun Pemkab Sleman, yang melibatkan institusi penegak hukum, akademisi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta partisipasi aktif perangkat daerah terkait.

Berikut tujuan utama Program BAHU TEMAN :

  • Memberikan akses keadilan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan secara berkelanjutan.

  • Meningkatkan pemahaman hukum di kalangan masyarakat agar lebih berdaya.

  • Menjamin perlindungan dan kepastian hukum bagi warga yang membutuhkan.

  • Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berkeadilan sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.