Jogja

Platform UMKM Si Bakul Jogja, Lahir saat Pandemi, Kini Layani 5.000 Transaksi UMKM per Hari

M. Mubin Wibawa | 15 September 2025, 12:10 WIB
Platform UMKM Si Bakul Jogja, Lahir saat Pandemi, Kini Layani 5.000 Transaksi UMKM per Hari

Akurat.co-Salah satu inovasi digital yang dilakukan Pemerintah Provinsi Yogyakarta adalah platform UMKM Si Bakul.

Menariknya, inovasi platform marketplace untuk UMKM di Yogyakarta ini lahir saat krisis pandemi melanda pada 2020 lalu.

Pembatasan sosial pada masa pandemi Covid-19 waktu memukul usaha dari Koperasi dan UMKM, sehingga diciptakan transformasi bisnis dari konvensional ke bisnis digital melalui Sibakul.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, aplikasi Sibakul Jogja memiliki nilai tambah berupa fleksibiltas di tengah krisis, salah satunya dengan penambahan fitur markethub.

Melalui Sibakul Jogja, para wirausaha baru, koperasi, dan UMKM dapat meningkatkan skala usahanya melalui pelatihan yang diikuti sesuai dengan kebutuhan serta keikutsertaan dalam markethub Sibakul yang membuka pangsa pasar lebih luas.

Baca Juga: Sektor Swasta Harus Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Ketua Komisi A DPRD DIY Dukung Penuh

Sultan menyebut, sebelum menjadi markethub, Sibakul merupakan sistem pendataan UKM yang ada di DIY. Namun fungsi Sibakul Jogja semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan.

Program ini juga semakin meluas dengan kolaborasi bersama Kadin DIY serta jasa angkutan atau transportasi online seperti Gojek, Grab, PT Pos Indonesia, dan KiriminAja.

Kini semakin besar, dipuji Kementerian UMKM

Memasuki 2025 ini, inovasi yang sempat masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2025 ini, semakin membantu UMKM naik kelas.

Sultan menyebutkan, saat ini setiap harinya transaksi di Sibakul melibatkan 4.500 sampai 5.000 UMKM.

Sultan pun mendorong agar pelaku usaha, bahkan nelayan sekali pun untuk bisa mengembangkan produk perikanan.

Sultan mengajak masyarakat pesisir untuk mengembangkan hilirisasi produk perikanan. Produk olahan ikan dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital Sibakul yang dikelola Pemda DIY dan terhubung dengan marketplace nasional.

Baca Juga: Ekonom UGM Ingatkan Risiko Menkeu Purbaya Tarik Dana Rp200 Triliun dari BI, Depresiasi Rupiah hingga Potensi Kaburnya Investor

"Jadi kalau ada olahan ikan, bisa masuk ke situ,” jelas Sultan.

Aplikasi Si Bakul juga mendapatkan apresiasi positif dari Kementerian UMKM.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, saat mengunjungi Booth Sibakul pada Halal Fest MJE 2025 belum lama ini.

Helvi menyebut Sibakul sebagai contoh konkret ekosistem digital UMKM yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat kapasitas usaha, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.

"Kami mengajak seluruh pelaku UMKM di Yogyakarta untuk bergabung menjadi mitra Sibakul Jogja, agar dapat memanfaatkan berbagai fasilitas, pelatihan, dan akses pemasaran yang tersedia," ungkapnya.

Saat ini beragam produk UMKM Jogja tersedia di Si Bakul. Mulai dari tanaman, kerajinan, makanan, fashion, dan banyak lagi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.