Jogja

TPID DIY : Kenaikan Harga Pangan Masih dalam Batas Wajar

Atiek Widyastuti | 2 Maret 2026, 16:04 WIB
TPID DIY : Kenaikan Harga Pangan Masih dalam Batas Wajar
Pemantaun harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY dan TPID Kabupaten Sleman melakukan pemantauan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, Senin (02/03/2026).

Pemantauan menyasar beberapa lokasi. Dimulai di Pasar Sleman, dilanjutkan ke Program Pasar Murah Gor Tridadi dan diakhiri di Indogrosir Sleman.

Menurut Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto, pemantauan dilakukan secara maraton di lima kabupaten/kota di DIY. Dan Kabupaten Sleman jadi yang terakhir.

Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Sleman. Khususnya menjelang Idul Fitri 1447 H.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Menurun, Kapanewon Prambanan Sleman Andalkan Sektor Pariwisata

"Secara umum, ketersediaan bahan pokok di Sleman dalam kondisi aman. Untuk beberapa komoditas bahan pokok terpantau mengalani kenaikan harga. Tapi masih dalam batas wajar," katanya.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, antara lain daging ayam dengan rata-rata kenaikan harga sebesar Rp 2.000. Kenaikan ini terjadi di lima kabupaten/kota di DIY.

"Kalau kenaikan harganya masih wajar, kita mungkin belum ada intervensi. Tetapi kalau nanti terjadi lonjakan yang besar (harga), mungkin TPID DIY bersama Kabupaten/Kota akan melakukan operasi pasar murah, begitupun jika terjadi kelangkaan bahan pokok," ungkapnya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, Pemkab Sleman akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemda DIY dalam melakukan monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok.

Baca Juga: Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diimbau Patuhi Kewajiban

Danang melihat kondisi saat ini ketersediaan dan harga bahan pokok di wilayah Sleman masih dalam kondisi baik dan aman. Berdasarkan kondisi tersebut, Danang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu berlebihan dalam berbelanja atau panic buying.

"Kami sampaikan untuk kebutuhan bahan pokok ini masih tersedia aman. Tidak perlu untuk belanja berlebihan, secukupnya saja. Tidak usah panik, dan tentunya mudah-mudahan bisa mengatur ekonomi secara matang sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang mengkhawatirkan," ujar Danang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.