Jogja

Petani Bantul Minta Perbaikan Irigasi ke Titiek Soeharto

Haris Ma'ani | 2 Maret 2026, 10:15 WIB
Petani Bantul Minta Perbaikan Irigasi ke Titiek Soeharto
Ketua Komisi IV DPR RI, Titeik Soehato. (foto: dok.pemkab bantul)

Akurat.co,Jogja-Para petani di Bantul meminta perbaikan sistem irigasi di lahan pertanian mereka kepada Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi.

Persoalan irigasi ini disampaikan sejumlah kelomok petani saat bertemu Titiek Soeharto, sapaan akrab Situ Hediati, di Aula Kalurahan Pendowoharjo, Bantul, Sabtu (28/2/2026).

Menanggapi hal tersebut, Titiek menyampaikan pandangan serupa. Ia mengatakan, air adalah nyawa pertanian.

Baca Juga: Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Ajak Masyarakat Bantul Gemar Makan Ikan

“Irigasi itu penting sekali. Kalau pengairan tidak lancar, bagaimana produktivitas pertanian bisa maksimal?” ujar Titiek.

Selain soal irigiasi, Titiek juga menyoroti tentang distribusi pupuk yang harus benar-benar tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan kelompok tani dapat mengelola alsintan dengan baik, rapi, serta kuat.

Menurut Titiek kesempatan mendengarkan keluhan dari masyarakat, terutama petani menjadi perhatian utamanya pada saat kegiatan reses.

"Ini adalah momen sowan, mendengar aspirasi, mencatat, dan membawanya dalam rapat-rapat di pusat. Karena saya juga paham, masih banyak persoalan-persoalan yang belum terselesaikan,” ujar Titiek.

Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, bidang yang dipimpin Titiek meliputi pertanian, kehutanan, pangan, kelautan dan perikanan.

Baca Juga: Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Dukung Hilirasi Produk Olahan Susu Peternak Sleman

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut bahwa bantuan alsintan yang diberikan ke Bantul sejauh ini telah menunjukkan dampak signifikan.

Alsintan yang diberikan merupakan wujud dari modernisasi dan mekanisasi di dunia pertanian untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan.

Abdul Halim mengatakan, lahan pertanian yang tersisa di Bantul sekitar 14 ribu hektar.

Ini berkurang jauh dibanding lima atau sepuluh tahun lalu. Tapi kini, produktivitasnya meningkat.

"Bahkan surplus beras. Ini karena didorong penggunaan teknologi, salah satunya lewat alsintan,” ujar Halim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.