Jogja

Kulon Progo Sambut Baik Rencana Kerja Sama Pangan dengan Kota Jogja

Haris Ma'ani | 12 Februari 2026, 08:05 WIB
Kulon Progo Sambut Baik Rencana Kerja Sama Pangan dengan Kota Jogja

Akurat.co,Jogja-Pemkab Kulon Progo menyambut baik rencana kerja sama di sektor pangan dengan Pemkot Jogja.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Trenggono Trimulyo.

Ia menyampaikan dari sisi petani, semakin luas kerja sama perdagangan komoditas maka akan semakin membuka pasar dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.

Baca Juga: 3 Varietas Pertanian Kulon Progo Dapat Sertifikat Badan Riset dan Inovasi Nasional

“Bagi kami yang mendampingi petani, semakin banyak pihak yang ingin bekerja sama membeli komoditas pertanian, tentu semakin baik karena pasar menjadi semakin luas," ungkapnya.

Namun yang terpenting, kesejahteraan petani tetap harus terjaga dengan harga yang layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kulon Progo telah membangun sistem kelembagaan perdagangan cabai melalui pasar lelang yang dikelola oleh kelompok tani dan kini telah berkembang ke sistem lelang digital.

“Siapa pun yang ingin terlibat dalam perdagangan cabai, termasuk pemerintah daerah, bisa masuk melalui sistem lelang atau melalui kerja sama langsung," jelasnya.

Trenggono juga memaparkan keunggulan Cabai Paku atau cabai pesisir Kulon Progo memiliki daya simpan lebih lama, tampilan lebih mengkilap, warna merah menarik, tingkat kepedasan lebih tinggi.

Selain itu residu pestisida yang relatif lebih rendah. Keunggulan tersebut membuat cabai pesisir Kulon Progo diminati hingga pasar luar daerah seperti Sumatera.

Ke depan, cabai pesisir Kulon Progo akan didaftarkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG) sebagai bentuk pengakuan atas kekhasan dan kualitasnya.

"Dengan branding ini, meskipun harganya sedikit lebih tinggi, produk kami memiliki nilai tambah yang jelas,” ungkapnya.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pasar Lelang Cabai Kulon Progo, Omzet Pernah Tembus Rp1 M Semalam, Curi Perhatian Nasional

Menurut Trenggono, sistem pasar lelang memungkinkan keterbukaan harga yang mengikuti dinamika pasar induk, namun tetap memberi ruang bagi kerja sama khusus dengan pemerintah daerah.

“Kalau Kota Yogyakarta ingin masuk, bisa melalui skema kerja sama dengan alokasi pasokan tertentu. Harganya mengikuti harga lelang hari itu, tetapi barangnya bisa disediakan khusus," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H