Kota Jogja Jajaki Kerja Sama Sektor Pangan dengan Kulon Progo

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menjajaki kerja sama di sektor ketersediaan pangan dengan Kabupaten Kulon Progo.
Untuk mewujudkan kerja sama, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo, Selasa (10/2).
Kunjungan TPID dilaksanakan di Kelompok Tani Sido Dadi di pesisir Pantai Trisik serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngesti Raharjo di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates.
Baca Juga: Masyarakat Girikerto Turi Kini Miliki Taman Ketahanan Pangan
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyampaikan bahwa kunjungan bertujuan menjajaki kerja sama yang lebih konkret dengan Kabupaten Kulon Progo sebagai daerah penghasil pangan strategis di sekitar Kota Yogyakarta.
“Kota Yogyakarta bukan daerah penghasil, sehingga sangat membutuhkan dukungan dari daerah sekitar," ungkapnya.
Ia menambahkan, kedekatan wilayah antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo menjadi keunggulan tersendiri dalam membangun kolaborasi yang efektif dan efisien.
Kadri berharap, hasil kunjungan ini harapannya dapat segera ditindaklanjuti melalui kesepakatan antar daerah dan kerja sama operasional yang berkelanjutan.
“Kami berharap ke depan ada tindak lanjut yang konkret sehingga kolaborasi ini benar-benar berdampak pada stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Yogyakarta,” katanya.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami, menegaskan kesiapan Pemkab Kulon Progo untuk menindaklanjuti kerja sama pengendalian inflasi dengan Kota Yogyakarta.
Ia menyampaikan bahwa nota kesepahaman antar kedua daerah telah ada dan perlu diperkuat dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis dan operasional.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Gelar Pasar Murah selama Februari
“Pada prinsipnya kami siap menindaklanjuti. Pemerintah perlu menyamakan pemahaman terlebih dahulu, setelah itu baru dilanjutkan ke business to business agar implementasinya berjalan efektif,” ujarnya.
Sri Budi Utami menyebutkan bahwa Kabupaten Kulon Progo memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil, terutama untuk komoditas cabai yang menjadi salah satu penyangga nasional, serta produksi beras yang relatif aman dan surplus.
“Kondisi ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai kerja sama pengendalian inflasi antara daerah penghasil dan daerah konsumen,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






