Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman

Akurat.co, Jogja - Dalam beberapa hari terakhir, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di DIY dan Jawa Tengah, terpantau ada atrean kendaraan yang cukup panjang.
Hal ini, dikarenakan adanya pergeseran sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Di tengah perubahan pola konsumsi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di kedua wilayah masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah wilayah Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, ketahanan stok BBM per Senin (19/10/2028) tercatat setara delapan kali konsumsi normal untuk Pertalite, 18 kali untuk Pertamax, 15 kali untuk Biosolar dan delapan kali untuk Pertamax Turbo.
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Konsumen, Pemkab Sleman Gandeng Pemangku Kepentingan Wujudkan SPBU Tertib Ukur
"Angka tersebut merupakan perbandingan stok yang tersedia dengan tingkat konsumsi normal, bukan jumlah hari ketahanan stok," ungkapnya.
Pertamina memperkirakan ketahanan stok pada hari berikutnya berada pada tingkat yang kurang lebih sama, sembari menjaga pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, peningkatan antrean Pertalite berkaitan dengan perubahan pilihan konsumen.
Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, kini beralih ke Pertalite. Pergeseran tersebut ikut meningkatkan permintaan terhadap BBM jenis Pertalite.
Sejak Juni 2026, konsumsi Pertalite di wilayah Jateng-DIY meningkat sekitar 7–8 persen setiap bulan. Sebelum gejolak di kawasan Timur Tengah, pangsa pasar Pertamax di DIY tercatat sekitar 20–25 persen dari keseluruhan produk BBM.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM di Momen Libur Nataru, Pertamina Siapkan SPBU Kantong
Perubahan pola konsumsi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan pasokan dan pelayanan di SPBU.
Untuk mengantisipasi antrean, sejumlah SPBU di Jateng-DIY menerapkan pengaturan antrean atau marshalling agar pergerakan kendaraan lebih tertib.
SPBU juga membatasi pembelian berulang yang terindikasi untuk dijual kembali oleh pengecer. Di beberapa lokasi, air mineral kemasan disediakan bagi konsumen yang mengantre.
Meski stok BBM dipastikan aman, peningkatan permintaan tetap membutuhkan pengaturan pelayanan agar distribusi di tingkat SPBU berjalan tertib.
Kondisi antrean di setiap lokasi dapat berbeda, sehingga masyarakat disarankan memantau informasi resmi sebelum menuju SPBU.
Taufiq mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Fakta Menarik Pelatih Sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo, Pria Solo yang Pernah di Tim U-19 Indonesia
- 2Bea Cukai Jogja Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Emas 24 Karat Ilegal di Bandara YIA, Rugikan Negara Rp1,6 M
- 32 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 4Sleman Anggarkan Rp 30 Miliar untuk Wujudkan 'Sleman Dalane Padang'
- 5Mahasiswa FH UAJY Raih Juara 2 National Legal Opinion Competition 2026
- 62 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 7PLN DIY Salurkan 80.000 Liter Air Bersih bagi Warga Gunungkidul
- 8Wadah Kreativitas Gen Z, Dispora Sleman Gelar Lomba Band Pelajar
- 92 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 10Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman




