Catet, Ini Harga Naik Andong di Malioboro Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Wisatawan yang mengunjungi Malioboro, Yogyakarta, juga bisa memanfaatkan moda transportasi tradisional andong.
Dengan naik andong, wisatawan akan semakin merasakan budaya Yogyakarta. Berkeliling mengitari kawasan Malioboro dan sekitarnya menggunakan andong menyuguhkan pengalaman tersendiri.
Untuk menikmati jasa andong, yang disediakan, wisatawan harus mengeluarkan biaya.
Salah satu kusir andong menyebut untuk harga ditentukan jarak-jauhnya rute.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Ajak Ormas Hingga Masyarakat Untuk Reresik Malioboro
Rute terdekat atau terpendek, biasanya sekitaran Malioboro dan utara mal atau Plaza Malioboro dikenakan tarif Rp100.000.
Kemudian rute Malioboro ke kantor gubernur dikenakan tarif Rp150.000. Rute dari lokasi andong di utara Jalan Malioboro sampai ke titik nol Rp200.000.
Rute terjauh yaitu ke keraton dikenakan tarif Rp300.000. Harga tersebut merupakan harga yang sudah disepakati oleh paguyuban. Jadinya, semua harga andong di Malioboro pun pastinya seragam.
Keberadaan andong sempat dikeluhkan
Meski mengangkat citra budaya dan tradisional Jogja, akan tetapi keberadaan andong-andong tersebut sempat dikeluhkan.
Bau pesing di kawasan Malioboro sempat dituduh dari kotoran kuda andong-andong tersebut.
Ketua Paguyuban Andong Jogja, Purwanto mengaku keberatan jika masalah bau pesing di Malioboro ditudingkan ke andong. Menurut dia, bau pesing juga muncul di belakang halte TransJogja.
Purwanto mengatakan, paguyubannya juga memiliki aturan yang mewajibkan semua andong membawa pewangi dan air. Di tempat parkir andong juga disiapkan keran air untuk membersihkan sisa kotoran kuda.
Baca Juga: DIY Raih Penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak 2025
Purwanto menambahkan, selain pembersihan rutin yang dilakukan Pemkot Jogja, paguyuban juga secara rutin melakukan kerja bakti bersih-bersih kawasan Malioboro.
"Kita sudah mengadakan kerja bakti, sebelum dari UPT itu mengeluarkan kerja bakti Selasa Wage, kita tiap minggu kerja bakti disemprot minyak wangi begitu. Kita tidak akan menyalahkan orang lain," kata Purwanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









