Menteri PU Kunjungi 2 Sekolah Rakyat di DIY, Pastikan Fasilitas Terbaik untuk Peserta Didik

Akurat.co,Jogja-Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengunjungi dua sekolah rakyat yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan tersebut untuk memastikan fasilitas terbaik bagi peserta didik.
Dua sekolah rakyat yang dikunjungi Dodi adalah Sekolah Rakyat Tahap 1A di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Bantul, DIY, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta.
Dalam kunjungannya, Menteri Dody memeriksa secara detail sarana dan prasarana sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga kelayakan meja, kursi, papan tulis, dan pencahayaan.
Di Bantul, Menteri Dody meninjau asrama putra dan putri untuk memastikan kenyamanan, kebersihan, serta keamanan lingkungan tempat tinggal siswa.
Ketersediaan tempat tidur, ventilasi udara, toilet, dan sistem sanitasi turut menjadi perhatian.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk merawat fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Fasilitas ini selain dibangun untuk tempat belajar, juga untuk mendidik karakter dan menumbuhkan mimpi besar. Tetap rajin belajar, karena kalian adalah masa depan Indonesia,” pesan Menteri Dody dalam kunjungannya, Senin (11/8/2025) kemarin.
Baca Juga: Mengintip Fasilitas Wah Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Ada Lapangan Tenis, Gedung Ber-AC
Pada malam yang sama Menteri Dody mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Dody juga melakukan makan malam besama para siswa.
Dalam suasana akrab, Menteri Dody berbincang langsung dengan 75 siswa yang tinggal di asrama, menanyakan kenyamanan fasilitas serta meninjau perlengkapan penunjang belajar mereka.
Para siswa menyampaikan rasa betah dan nyaman tinggal di asrama.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dody berkomitmen menambah kelengkapan fasilitas yang masih dibutuhkan.
“Jangan lupa saat bangun tidur, membereskan tempat tidur dan menjaga kebersihan asrama ya,” pesannya kepada para siswa.
Kepala Sekolah SRMA 19, Agus Ristanto, menjelaskan, sekolah tersebut menerapkan sistem berasrama dengan dua asrama, putra dan putri, berjumlah delapan unit.
Asrama ini dibersamai oleh wali asuh dan wali asrama; dua orang bertugas sebagai wali asrama dan sebelas sebagai wali asuh.
Baca Juga: Bertempat di Benteng Cepuri, Lomba Melamun Digelar di Yogyakarta 18 Agustus 2025
“Harapan kami jumlah wali asuh dapat bertambah sesuai proporsi yang ada menjadi 20 orang,” ujarnya.
Sekolah Rakyat ini memfasilitasi pendidikan gratis bagi 200 peserta didik, dibagi dalam 10 rombongan belajar dengan 20 siswa per kelas.
Proses pembelajaran dibantu 22 guru dan 14 tenaga kependidikan, membentuk kolaborasi yang mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 4JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 7Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Kelok 23 Baru Difungsikan untuk Kendaraan Roda 2 dan 4 Saja, Kapan Kendaraan Berat?
- 10Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik









